Danramil 0825/08 Bersama Forkopimda Laksanakan Kegiatan Louncing Kampung Empon-Empon

  • Whatsapp

Banyuwangi, Primanews.net – Kamis, (24/12/2020) Kapten Inf Mustohir Danramil 0825/08 Srono laksanakan kegiatan Louncing Kampung Empon-Empon di kelompok wanita Tani Sri Tanjung Desa Wonosobo oleh Bapak Sih Wahyudi
bertempat di Dusun Krajan Kulon Desa Wonosobo

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak Sih Wahyudi Asisten Kasi pemerintahan dan kasi kesra Banyuwngi, Kepala dinas pertanian dan pangan banyuwangi bapak Drs. Arif setiawan, Kabid Hortibun Banyuwangi bapak Ir. ilham juanda, Forpimka Kecamatan Srono, Koordinator dan penyuluh Bpp Kecamatan Srono Bapak M. Kholik.SP, PPL seluruh Kecamatan Srono, Kepala desa Wonosobo, Gapoktan desa Wonosobo bapak sutaji dan pengurus, PKK desa Wonosobo, Babinsa desa Wonosobo, Linmas handal desa Wonosobo serta Masyarakat

Read More

Warga Kampung Dusun Krajan Kulon Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jatim, mempunyai cara menangkal berbagai virus termasuk corona dengan cara membudidayakan tanaman empon-empon seperti jahe, kunyit, temulawak, hingga sambiloto.

Danramil Srono Kapten Inf Mustohir mengatakan,”budi daya tanaman toga yang dilakukan warganya sebenarnya sudah berlangsung sejak lama, tapi mulai aktif pada 2015.

Warga di sana, memanfaatkan tanah aset pemkot yang dulu merupakan rawa dan kemudian disulap menjadi Taman Herbal.

“Karena memang dulu awalnya rawa-rawa dan dihuni banyak hewan, sehingga banyak yang kena DB (demam berdarah). Nah, kemudian sama warga dimanfaatkan untuk budi daya berbagai jenis tanaman herbal,” ujarnya.

Diketahui tanaman empon-empon bermanfaat untuk menamengi imunitas tubuh dari serangan virus. Hal ini diperkuat dengan hasil penelitian Universitas Airlangga (Unair) yang menyatakan bahwa empon-empon berkhasiat mencegah virus corona.

Sistemnya, Timbul Suyatno Babinsa Srono menyebut, warga melakukan pembibitan secara swadaya di lahan yang dahulu merupakan bekas rawa. Warga pun berbagi tugas satu dengan yang lain dalam proses budi daya. Selain dibuat produk minuman, hasil bibit tanaman herbal itu ternyata juga dijual warga untuk menambah pendapatan.

“Banyak warga dari luar juga yang membeli bibit tanaman herbal di sini. Selain itu, hasil tanaman herbal ini juga diolah warga menjadi produk minuman, seperti sinom, temulawak dan dititip-titipkan ke warung-warung untuk dijual,” ujarnya.

Lambat laun, ternyata banyak warga luar Surabaya yang tertarik untuk berkunjung ke Taman Herbal tersebut. Bahkan, seringkali turis asing juga berkunjung untuk belajar pembibitan tanaman herbal.

Saat berkunjung ke lokasi ini, lanjut dia, pengunjung akan didampingi oleh guide atau pemandu yang akan menjelaskan berbagai jenis tanaman herbal di sana. Kini, Taman Herbal yang berada di wilayah Kelurahan Wonosobo Jangkungan ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan di Banyuwangi

Dengan banyaknya wisatawan dan pengunjung yang antusias terhadap tanaman herbal seperti empon-empon akhirnya forpimka Kecamatan Srono meresmikan berdirinya launching Kampung Empon-Empon.

Emen/Ipul/Pendim0825

Related posts