Diduga Beraroma Pungli Terkait Tiket Masuk Pantai Marina Boom, Helmi Lapor Polres Banyuwangi

  • Whatsapp

Banyuwangi, Primanews.net – Seperti yang sudah diberitakan, jika Tiket masuk Pantai Marina Boom diduga beraroma Pungli. Dan hal tersebut diungkap oleh Muhammad Helmi Rosyadi, Ketua ARM dan Gebrak, Senin (19/10/2020). Bahkan Helmi mengancam akan melaporkan tindakan tersebut ke Polresta Banyuwangi.

Rupanya ancaman Helmi tidak main-main, dan akhirnya Ketua Aliansi Rakyat Miskin (ARM) dan juga Ketua Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi (Gebrak) tersebut mengadukan PT. Pelindo Properti Indonesia (PPI) selaku pengelola Pantai Boom Marina Banyuwangi ke polisi, Selasa (20/10/2020).

Read More

Pengaduan tersebut, terkait dugaan pungutan liar (Pungli) atas pemberlakuan tarif tiket masuk Rp. 15.000, Include Voucher makanan atau minuman dan belum termasuk parkir kendaraan ke setiap pengunjung yang ingin memasuki Kawasan Pantai yang dulunya disebut Pantai THR (Taman Hiburan Rakyat).

Dari harga tersebut, setiap pengunjung mendapatkan Voucher senilai Rp. 4.000, dan dapat ditukarkan dengan makanan, minuman ataupun barang seharga Voucher ke Pelaku UMKM yang berjualan di Kawasan Pantai tersebut.

Helmi, panggilan akrab Muhammad Helmi Rosyadi mengatakan, yang menjadi permasalahan disini adalah Voucher dari pembelian tiket masuk yang tidak digunakan oleh pengunjung, dan masuk pendapatan perusahaan.

“Uang Voucher yang tidak ditukarkan oleh pengunjung itu, jika masuk ke perusahaan sama saja dengan Pungutan Liar (Pungli)M,” Kata Helmi kepada wartawan, Selasa (20/10/2020).

Menurut Helmi, mahalnya tiket untuk masuk ke kawasan yang dulunya juga dijadikan Pelabuhan Rakyat itu, dirasa sangat memberatkan, khususnya bagi masyarakat menengah ke bawah.

“Jika boleh saya bilang, Pantai Boom saat ini bukan lagi Pantai Rakyat, tetapi berubah menjadi Pantai Para Konglomerat,” Ujarnya.

Hal itupun bisa menjadi ancaman ‘Hilangnya Tradisi Masyarakat Banyuwangi’, yang mana setiap bulan purnama, mereka berbondong bondong pergi ke Pantai Boom untuk menikmati Indahnya Bulan Purnama.

“Sampai-sampai ada lagunya, Padang Ulan Ring Pesisir Banyuwangi,” Ujar Helmi.

Selain itu, setiap akhir pekan masyarakat Banyuwangi juga berbondong-bondong pergi ke Pantai Boom bersama keluarga untuk berekreasi. Tradisi itupun sudah berlangsung selama ratusan tahun.

“Jika ini dibiarkan, dikhawatirkan masyarakat Banyuwangi, khususnya warga miskin tidak bisa lagi menikmati Indahnya Pantai Boom yang telah menjadi Icon masyarakat Banyuwangi,” Ujarnya.

Untuk itu, ia meminta ke pihak kepolisian untuk segera menindak lanjuti pengaduanya, terkait dugaan Pungli dan banyaknya keluhan masyarakat atas mahalnya tarif tiket masuk ke Pantai Boom Marina itu.

(Ipoel/emen)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *