Drs Agung Santoso Kecam Keras Adanya Oknum Mengaku Wartawan Diduga Melakukan Pemerasan Di Situbondo

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net –  Beredarnya kabar tentang pemerasan oknum wartawan, Nur Halis warga Desa Duwet kecamatan Panarukan. Yang dilakukan oleh oknum Wartawan yang langsung melapor oleh Nur Halis (Diduga Pelaku Perselingkuhan) kepada awak media koran harian pojok kiri.

Pemberitaan negatif tentang adanya oknum wartawan yang diduga melakukan tindakan pemerasan dengan dalil tidak akan diberitakan jika memberikan uang sejumlah 5 juta dan akhirnya Dengan Menggadaikan Sepeda motornya 3 juta untuk membayar Oknum Wartawan hal ini mencoreng beberapa wartawan di Bumi Shalawat Nariyah ini.

Read More

Salah satu kecaman keras berasal Dari Drs Agung Agung Santoso Ketua Forum Komunikasi Pemimpin Redaksi Media (FKPR) Jawa Timur. perbuatan pemerasan oknum wartawan kepada masyarakat yang dapat merusak citra jurnalis yang sebenarnya dan mengarahkan kepada korban untuk melaporkan oknum tersebut Jika berlegalitas jelas Medianya dapat dijerat dengan pasal pemerasan dan jika tidak berbadan hukum maka pasal yang berlapis akan menjeratnya.

”Jelas saya tidak sepakat ada wartawan yang memeras masyarakat. Wartawan punya tugas mulia untuk memberikan informasi yang bermanfaat kepada masyarakat bukan malah menjadi oknum pemeras.Kalau misalkan Medianya berbadan hukum ya pasal pemerasannya bisa dijeratkan mas yang tidak berbadan hukum pasal yang berlapis nanti terjerat kepada oknum tersebut. “Jelasnya Senin, 12/10/2020

Setiap media punya hak untuk memberitakan apapun yang terjadi dalam pemerintahan swasta ataupun pihak kita tapi pihak narasumber harus jeli dengan legalitasnya sehingga kita berpacu pada undang undang pers No 40 Tahun 1999

Media punya hak untuk melakukan dan pemberitaan dan juga wajib berbadan hukum jelas tapi medianya mas, kalau Tidak berbadan hukum itu namanya ILEGAL “Sambung Agung saat dihubungi via Tlp Celulernya (Tim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *