Efek Pandemi Covid-19 Maling Merajalela

2 min read

BANYUWANGI, Primanews – Akibat merebahnya pandemik yang disebut Covid 19 menyerang dunia sangat besar dampaknya terhadap kehidupan manusia di seluruh dunia. Selain berakibat kematian massal di sebagian besar negara se dunia, Indonesia juga merasakan akibat dari penyebaran virus tersebut.

Lepas dari kontroversi adanya virus yang mewabah hingga ribuan sampai jutaan masyarakat yang terjangkit dari status ODP (orang dalam pantauan, red) juga PDP (pasien dalam pantauan,red) hingga yang proaktif terjangkit virus tersebut.

Faktanya tidak sedikit yang meninggal dunia sebab virus tersebut, hingga muncul beberapa kebijakan negara dari isolasi mandiri hingga lockdown, di beberapa negara tetangga.

Kendatipun Indonesia hanya membelakukan PSPB sangat berdampak pada kehidupan masyarakat Indonesia, dengan berlakunya aturan pemerintah meningkatkan jumlah pengangguran karena terjadinya PHK (pemutusan hubungan kerja, red) terhadap karyawan di sejumlah perusahaan.

Langkah tersebut dilakukan pemetintah Indonesia dengan tujuan untuk memutus mata rantai penyerabaran virus dengan cepat dan sistematis, agar tidak melebar penyebarannya kasus covid 19.

Tanpak dari belakang sapi yang dicuri ditinggal begitu saja setelah dibunuh dan diambil ke empat kakinya (Foto : Sapdi Hariyanto)

Akan tetapi akibat pengangguran tersebut juga memutus perekonomian masyarakat, dengan kondisi inilah demi memenuhi hidupnya dengan rasa takut mati karena kelaparan maka kriminilitas meningkat salah satunya marak penyebaran maling khususnya Banyuwangi Jawa Timur.

Dengan maraknya pergerakan maling yang meresahkan sejak awal Romadhon masyarakat melakukan ronda kampung untuk menyelamatkan harta bendanya.

Namun tingkat kesabaran maling membuahkan hasil sabtu 23/5 dini hari maling berhasil menggasak se ekor sapi betina dalam kondisi hamil 6 bulan milik Mahiye (55) di Dusun Kampung Baru Kelurahan Bulusan Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi Timur.

Menurut Ketua RT. 04 RW. 02 Dusun Kampung Baru Kelurahan Bulusan Fathul Bahri mengatakan, sapi ditemukan dalam keadaan tak bernyawa pukul 03.30 WIB, di kebun tetangga sekitar 1 km dari rumah pemiliknya, terangnya.

Ditambahkannya, sekitar jam 1 dini hari sapi tersebut masih tidur di kandangnya, setelah itu pemilik ngumpul berasama warga melanjutkan ronda keliling kampungnya, namun saat akan makan saur sapi tak terdengar suaranya saat dilihat di kandangnya sapi tersebut sudah raib, maka pemilik kontak masyarkat dan melakukan penyisiran.

“Ya begitulah keadaannya mas, sapi tersebut ditemukan dalam keadaan sudah tidak bernyawa dan ke empat kaki sapi yang dalam keadaan hamil juga telah raib,” lanjut Fathul panggilan akrab Ketua Rukun Tetangga kepada Independen News.

Lebih lanjut disampaikan, “pelaku hanya mengambil ke sampil (empat kaki sampai paha belang, red) diduga pelaku hanya menusuk leher sapi hingga tewas lalu diambil sampilnya tanpa menguliti dulu, atas kejadian ini pihak kami langsung melaporkan ke Polsek Kalipuro,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *