Eko Febrianto; Statement dari Anggota DPRD komisi II Fraksi Demokrat Tentang Isu Pupuk dinilai Syarat dengan Pembodohan dan Terkesan Basi

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – Ketua Umum Lsm Siti Jenar Eko Febrianto mengatakan, Kementerian Pertanian (Kementan) sepeti kita ketahui bersama mulai tahun 2020 ini sudah menerapkan sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk meningkatkan ketepatan sasaran penyaluran pupuk bersubsidi di Seluruh Indonesia jadi bukan hanya di Situbondo dan di Jawa timur saja.

Yang mana Sistem e-RDKK juga sudah dirasa tepat untuk mengevaluasi distribusi pupuk bersubsidi tahun 2020 sekaligus meminimalisir penyelewengan, seperti yang banyak terjadi diwaktu kemarin” kata Eko, Minggu pagi (15/11/2020).

Read More

Tak hanya itu, Eko, menilai, sistem e-RDKK juga bisa meminimalisasi data ganda penerima bantuan pupuk bersubsidi di tiap daerah di Indonesia.

“Oleh karenanya, Kementan saat ini tetap mengacu data nomor induk kependudukan (NIK) dan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) untuk penerimaan pupuk bersubsidi,” sebaliknya, jika distribusi pupuk bersubsidi menggunakan data manual, maka berpotensi melahirkan kecurangan.”Hal tersebut pula tentunya berakibat pembagian pupuk subsidinya tidak merata,” ujar eko

Nah adapun juga kelebihan lain dengan memakai kartu tani, petani bisa membayar pupuk subsidi melalui bank, sesuai dengan kuota dan harga pupuk subsidi.

Eko, menuturkan, jadi untuk mendapatkan pupuk bersubsidi para petani diharuskan memiliki kartu tani yang terintegrasi dalam e-RDKK.

Walau diakui atau tidak sebagai ujung tombak agar bisa merata pupuk bersubsidi di republik ini juga membutuhkan peran aktif “Distributor dan kios yang mana mereka juga adalah kunci keberhasilan penyaluran pupuk bersubsidi agar bisa sampai ke tangan petani yang berhak sesuai dengan mekanisme yang ada, yaitu melalui e-RDKK,”

Maka saya menyayangkan kalau ada Wakil rakyat yang digaji dengan uang rakyat puluhan juta bukan nya memberikan edukasi malahan terkesan membodohi rakyat apalagi hanya karena kepentingan PILKADA. Ingat bung anda selama ini itu digaji oleh duit rakyat bukan dari duit Calon makanya saya menghimbau hentikan anda itu Membodohi Rakyat. Pungkas Eko dengan nada Geram.

(red)

Related posts