Fake Akun Medsos Marak di Situbondo dan Saling Jatuhkan Calon BUPATI.

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – Akun palsu / Bencong yang biasa dikenal sebagai akun Abal – Abal. yang lagi marak, utamanya di beberapa daerah yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tak terkecuali di kabupaten Situbondo sudah dikategorikan sangat meresahkan masyarakat utamanya masyarakat pengguna aplikasi di jejaring media sosial seperti Facebook dll.

Pantauan di Media Sosial (Medsos) Facebook, sejumlah akun abal-abal secara aktif mengikuti perkembangan status yang menyinggung Pilkada. Ironisnya, meski berita yang diunggah sejumlah media adalah tentang pembangunan atau peristiwa yang terjadi terkini, namun tetap menjadi bahan plesetan oleh oknum ini untuk menjatuhkan pihak lain.

Read More

Bukan hanya sebatas itu saja, bahkan sejumlah akun abal-abal tersebut ada yang sengaja untuk memecah belah dan mengadu domba.

Masyarakat di era Multi Digital Ini masyarakat di tuntut harus cerdas dalam bermedia sosial dan pentingnya mengetahui atau melacak akun palsu diperlukan untuk menghindari prasangka, isu, kegaduhan dan konflik yang ingin sengaja diciptakan, baik untuk menyerang lawan politik atau pun melakukan pencitraan positif bagi kelompok atau calon tertentu.

Menurut Eko Febrianto yang juga Ketua Umum Lsm Siti Jenar yang juga dilihat aktif sebagai Pegiat media sosial berkata. “Bisnis manajemen reputasi (buzzer) dengan akun-akun palsu bisa menjadi marak, ketika menjelang Pemilihan Legislatif, Pemilihan Presiden ataupun saat ini menjelang Pikada serentak di beberapa daerah tak terkecuali Di Situbondo, nah repotnya kalau akun-akun ini malah menciptakan hoaks, menyebarkan kebencian, isu SARA dan lainnya,” katanya, saat ditemui di Kediamannya oleh awak media beberapa waktu lalu.

Dijelaskan dia, buzzer itu memang telah trend dan bagian dari strategi kampanye, bahkan dibuat sengaja untuk menyerang kubu lawan dengan berbagai isu dan propaganda, baik untuk menjatuhkan elektabilitas dan atau menyebar konflik di tim atau calon lain, dengan harapan mengambil keuntungan dari kejatuhan orang lain.

Buzzer dengan akun palsu tak jarang malah terorganisir dan dikelola beberapa orang, pola kampanye seperti ini memang tak bisa dielakkan lagi karena perkembangan di era digital sekarang ini, baik tim maupun si calon harus melek teknologi dan hendaknya tetap solid dan tak mudah terprovokasi, pentingnya menjalin komunikasi dan koordinasi secara kompak dan harmonis.

Eko menyarankan, untuk menyikapi akun palsu perlu kewaspadaan dan kehati-hatian, di sisi lain Eko juga menyarankan calon atau tim gak usa meladeni mereka dengan akun-akun palsu nya tersebut dan tetap fokus pada program pemenangan, dan gak usah melayani akun akun “BENCONG”. tersebut karena hanya membuang energi saya kira, ucap Eko

Eko juga berharap, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Situbondo melakukan langkah cepat dengan membentuk satgas khusus untuk mengantisipasi penyebaran hoaks di media sosial (medsos) jelang Pilkada 2020 yang sudah menghitung hari ini. Hal ini Bawaslu juga harus merespon dengan serius karena ini sudah sangat cukup meresahkan.

Dalam satgas khusus tersebut, pihak Bawaslu Situbondo harus berkolaborasi dengan Dinas Kominfo kabupaten Situbondo dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Situbondo agar konten hoaks di media sosial bisa diantisipasi dan tidak terus menyebarkan keresahan di masyarakat. Dan segera bisa memantau media sosial. momen kampanye ini jelas rawan adanya hoaks serta ujaran kebencian melalui media sosial yang di sebar oleh akun akun abal – Abal.

Agar nantinya gerak dari satgas khusus ini, akan melakukan pemantauan kepada seluruh akun media sosial ketika sudah memasuki masa kampanye. “Sehingga ketika muncul ujaran kebencian, berita bohong, unsur sara dan akun abal-abal, satgas bisa langsung bertindak,” imbuh Eko,

Ia juga menjelaskan, mekanismenya, satgas akan melaporkan temuannya ke Bawaslu RI, selanjutnya Bawaslu akan berkoordinasi dengan Kominfo untuk melakukan takedown.agar Jika ada akun yang melakukan tindakan negatif bisa di tindak melalui satgas tersebut, dan nantinya temuan itu juga bisa dilaporkan langsung ke Bawaslu RI untuk di-takedown oleh Kominfo,”

Eko juga mengimbau kepada masyarakat, Situbondo dengan banyaknya akun abal-abal yang muncul saat ini, jangan mudah terpancing dengan status dan komentar yang sengaja untuk memecah belah dan mengadu domba antar pasangan calon.

“Kami mengimbau kepada masyarakat jangan buat kelompok yang terpecah belah, jangan sampai masyarakat terpancing, bersikap dewasa, kita menunjukkan SITUBONDO bisa melaksanakan Pilkada damai, tanpa menghiraukan Akun anonim karena pada hakikat nya mereka Hanya kumpulan manusia PENGECUT yang tidak percaya diri walau hanya menampakkan Batang Hidung nya walau hanya untuk menyalurkan aspirasi mereka” Pungkas Eko, (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *