Firman Agik: Kata Siapa Pemuda Situbondo Tidak Bisa Jadi Pengusaha Sukses di Daerah Sendiri.?

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – 3 November 2020, Banyak yang bilang kalau memiliki usaha di Situbondo itu tidak nyaman, harus bekerja sama dengan lembaga pinjaman dana agar mendapatkan modal yang besar, dan harus dekat dengan lingkaran kekuasaan. hal itu langsung ditepis oleh pengusaha lokal Situbondo Firman Agik.,

Usaha itu bukan masalah modal dan kedekatan pada penguasa yang anda dahulukan melainkan kemauan yang harus kalian tanamkan jadi tidak ada alasan untuk anda menyalahkan pemerintah daerah.

Read More

Untuk orang yang membaca artikel ini pasti sudah tidak asing dengan pernyataan di atas. Namun bila passion kamu adalah menjadi entrepreneur alias pengusaha. kamu harus menjalankan bisnis dengan resiko yang minim dan hasil yang maksimal.

Oleh karena itu, agar jiwa entrepreneurship kamu terus membara, kami mencoba mengumpulkan cerita para pengusaha yang sukses membesarkan bisnisnya dengan modal yang bisa dibilang tidak seberapa.

dilevel nasional ada BOB SADINO

Mendiang Bambang Mustari Sadino alias Bob Sadino adalah salah satu contoh pengusaha sukses yang sebelumnya pontang-panting ketika merintis bisnis. Sempat menjadi karyawan perusahaan berstatus badan usaha milik negara selama 9 tahun, Bob memutuskan keluar dari pekerjaan itu dan menjadi pengusaha.

Tapi usahanya tak langsung sukses. Bisnis sewa mobil yang ditekuninya mandek. Dia terlibat kecelakaan ketika menyopiri mobil Mercedes-Benz yang dia sewakan, sehingga tak bisa melanjutkan usaha itu.

Bob kemudian menjadi buruh bangunan dengan upah harian. Tapi saat itu dia melihat ceruk bisnis lain: peternakan ayam. Akhirnya, dengan modal pinjaman dari tetangganya yang merupakan purnawirawan militer yang tertarik dengan bisnis peternakan, Bob memulai usaha berdagang telur negeri.

Bob memasarkan sendiri telurnya dari rumah ke rumah para ekspatriat di sekitar tempat tinggalnya di Kemang, Jakarta Selatan. Akhirnya, berkat keuletannya, usahanya sukses dan dia mendirikan Kem-Chicks, supermarket terkenal yang menjual beragam produk pertanian dan peternakan.

Nah dilevel lokal salah satu contoh ada Firman Aqik pemuda asli kelurahan mimbaan kecamatan Panji situbondo. Pemuda yang dikenal sebagai mekanik panggilan sepeda motor dengan berbekal sepeda ontel kesayangannya dan dia juga karyawan bengkel rukun jaya jl Sucipto talkandang kala itu. dan setelah menjadi binaan HIPSI himpunan pengusaha santri Indonesia cabang Situbondo ini dengan bermodal uang 5 juta dia nekat merintis usaha bengkel dengan lahan ngontrak. Dengan keuletan usahanya dari tahun 2010 Kini Firman Agik menjadi salah satu pengusaha jasa perbaikan mesin dibeberapa pabrik gula yang ada di Situbondo.

Agik juga mempunyai usaha daur ulang limbah, pabrik penggilingan gula merah yang bahan baku nya dari tanaman sorgum dan tebu. Hasil pertanian warga lokal Situbondo. dengan total karyawan 187 orang di gudang kerjanya di jl tenggir kecamatan Panji.

Menurut agik usaha itu tidak harus dengan modal besar dan disinggung tentang apakah perijinan di kabupaten Situbondo ini sulit seperti kabar burung yang ada ternyata itu ditepis keras oleh pengusaha muda ini putra daerah asli Situbondo ini. dia juga menambahkan usahanya tidak pernah bekerjasama dengan Pemkab / menjadi rekanan pemkab jadi statemen saya ini jangan diplintir kalau saya ini membranding pemkab. usaha ini kami rintis dengan modal dan kemauan pribadi yang di support kiyai Hamim (Ketua HIPSI Situbondo)

Bahkan pengusaha yang juga menekuni usaha jasa transportasi / armada truck ini juga memastikan usaha nya tidak pernah bermasalah dengan sulitnya perijinan. apalagi mayoritas armada saya juga bergerak di jasa angkut armada pertambangan galian C. Pungkas pengusaha muda Situbondo ini. (red)

Related posts