Ini Kata Ketua APSi Frengky Hendra Istiawan, Terkait dengan Maraknya Berita Dugaan Pemerasan Oleh Oknum Wartawan

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net ~ Maraknya pemberitaan Oknum Wartawan lakukan Pemerasan Terhadap Mantan Perangkat Desa, Inisial NH Ketua ( APSi ) Asosiasi Pewarta Situbondo Group Frengky Hendra Istiawan, Angkat Bicara.

Terkait Pernyataan Ketua Umum LSM Siti Jenar ( Situbondo Investigasi Jejak Kebenaran ) Eko Febrianto terkait adanya Dugaan Kasus Pemerasan yang dilakukan oleh Oknum Wartawan, Frengky Ketua APSi mendukung penuh untuk secepatnya melaporkan Oknum Wartawan tersebut ke Pihak Aparat Penegak Hukum (APH).

Read More

” Saya sangat mendukung pernyataan yang dikatakan oleh Ketua Umum LSM Siti Jenar Mas Eko Febrianto, yang mana harusnya secepatnya jika memang ada dugaan Tindak Pidana Pemerasan yang diduga dilakukan oleh oknum – oknum Wartawan segera laporkan agar jelas siapa pelakunya, akan tetapi dengan mengedepankan asas praduga tak bersalah,” Ujar Ketua APSi Frengky Hendra Istiawan. Sabtu (10/10/2020).

Pihaknya juga menghimbau jangan Pandang Sebelah Mata Wartawan Dipecah Belah terkait Masalah Profesi Wartawan yang Bersertifikat Uji kompetensi Wartawan (UKW) Ataupun tidak.

” jangan pandang sebelah mata wartawan dan dipecah belah profesi wartawan yang ber UKW dan tidak mengantongi UKW,
Semua profesi wartawan harus berserifikat profesi malah bkn sekedar Uji Kompetensi Wartawan (UKW).

Bahkan terkait urusan uji kompetensi Wartawan (UKW) Frengky menjelaskan semua itu bukan hanya tanggung jawab Pewarta, melainkan Perusahaan Medianya.

” Urusan UKW itu tidak serta merta urusan wartawan tapi juga tanggung jawab perusahaan media yanh memayunginya, Semua wartawan berproses untuk itu Jadi jangan sampai Menjustice,” Tegas Lelaki Dua Anak ini.

Ketua APSi yang juga direktur utama PT MEDIA RINGGIT SEJAHTERA (Miris) Frengky Hendra Istiawan Blak – blakan Mengatakan.

” Tidak perlu ramai di media, Kalaupun itu benar itu berarti aib yang wajib ditutupi, karena persoalan pribadi bukan malah dibeber di ruang publik dengan maksud mempermalukan, iya kalau benar kalau tidak,” Pungkasnya.

(tim.)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *