Kampanye Paslon 02 Tak Indahkan Inpres No.6 Tahun 2020, Bawaslu, Satgas covid 19 Banyuwangi, Pengendara roda dua angkat bicara

  • Whatsapp

Banyuwangi, Primanews.net  – Jelang pilihan calon bupati di banyuwangi menimbulkan beberapa kalangan masyarakat dan instansi angkat bicara,pasalnya dimasa pandemik covid 19 masih ada paslon yang tak mengindahkan inpres no.6 tahun 2020 tentang penegakan kedisiplinan protokol kesehatan pemerintah. Jum’at , 4 Desember 2020

Dalam kampanye bacabup dan bacawabup kabupaten banyuwangi melakukan cara untuk bisa mendapat suara terbanyak,hingga tak mengindahkan inpres no.6 tahun 2020,padahal sudah jelas sekali apabila melanggar maka akan diberi sangsi tegas seperti dicopotnya jabatan kapolda yang sudah muncul di pemberitaan.

Read More

Salah satu paslon yang tak mengindahkan inpres no.6 tahun 2020 adalah paslon 02, dimana pada tanggal 25 november 2020, melakukan kegiatan blusukan di daerah kecamatan wongsorejo. Banyak temuan disana seperti,masih banyak yang tidak makai masker, jarak bersentuhan dan menimbulkan kerumunan hingga anak anak kecil ikut dilibatkan.

Dihimpun oleh rekan media sitijenar jews dan prima news, Muharram perwakilan Satgas covid kabupaten banyuwangi dirinya sudah menghimbau kepada bacabup dan bacawabup sudah menyepakati dalam pilkada ini nanti harus mengikuti prosedur,namun dengan temuan dari rekan media sitijenar news maka kami akan melaporkan ini kepada pihak Sekda Kabupaten banyuwangi.

” Sebelumnya kami selaku satgas covid kabupaten banyuwangi sudah memberikan himbauan kepada seluruh calon agar bisa mengikuti prosedur yang sudah disepakati seperti halnya mentaati aturan protokol kesehatan pemerintah”ujarnya

“Untuk temuan dari kordinator liputan media sitijenar news bahwasannya mempunyai sebuah dokumentasi berupa foto kampanye dari paslon 02 yang tak mentaati aturan inpres no.6 tahun 2020 ,maka kami selanjutnya akan melaporkan kepada sekda kabupaten banyuwangi”ucap muharram

“Dan juga saya rasa temuan terbaru ini sangat lebih bagus karena protokol kesehatan pemerintah saat ini adalah tujuan utama dimasa pandemik saat ini dan juga aturan inpres no.6 tahun 2020 harus dipatuhi” imbuh muharram

Sementara itu hal serupa dijelaskan oleh Kordiv pengawasan Bpk. Ansel pale menjelaskan melalui via whatsapp “Terkait ini, memang sdh kami lakukan upaya2 pencegahan dengan menyampaikan surat himbauan.. bahkan beberapa kesempatan kami memberikan Surat Peringatan.”ujar Ansel pale

Ansel pale juga menambahkan Terkait dengan masalah bacalon yang melanggar protokol kesehatan akan kami laporkan “Iya, Tindak lanjut dari Surat peringatan, maksimal 1 jam tidak diindahkan, kami akan berkoordinasi bersama kepolisian untuk dilakukan pembubaran”tegas ansel

“Dan Untuk lebih detailnya, masnya bisa langsung konfirmasi ke pak Joyo, beliau yang menangani penindakan pelanggar prokes dalam pemilihan “imbuh Ansel

Dalam hal ini rekan media siti jenar news dan prima news mewawancarai salah satu pengendara roda 2 di sepanjang jalan simpang lima ,dirinya mengatakan”saya selaku warga banyuwangi merasa iri karena untuk masyarakat sendiri apabila melakukan pelanggaran inpres no.6 tahun 2020 maka diberi sangsi baik itu lisan dan fisik”ujar pengendara di simpang lima

“Yang saya inginkan adalah keadilan, dimana keadilan itu harus berdiri tegak lurus. Jangan tajam kebawah namun tumpul ke atas. Jadi apabila ada sebuah pelanggaran seyogyanya harus diberi sangsi tegas. Dan untuk masalah blusukan yang tak mengindahkan inpres no.6 tahun 2020 ini saya rasa sudah pelanggaran berat ,takutnya nanti akan muncul klaster terbaru karena saat ini banyuwangi masuk zona orange”imbuh salah satu pengendara roda dua yang tak mau disebut namanya

(Emen/ipul)

Related posts