Keterangan Saksi yang Mengetahui Kejadian Pengeroyokan Tidak Membenarkan Kalau Korban Membawa Sajam, Kapolsek Arjasa Ambil Langkah Bijak

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – Perihal pemanggilan terlapor sejumlah 5 orang menjadikan polemik perbincangan warga desa kedung dowo,pasalnya pengakuan dari beberapa terlapor dan pak RT menjadikan alasan yang nggak masuk logika. Sabtu , 7 November 2020

Hal ini akhirnya ketua DPC LBH PETA SITUBONDO Eko wibowo angkat bicara, selaku pendamping dari korban terkait kasus pengeroyokan tersebut” Ini sangat aneh,kenapa saya bilang begitu, klo korban ini membawa sajam gak mungkin juga tergeletak bersimbah darah dipelipis mata dan beberapa luka di area sekitar wajah menyebabkan luka lebam dan lecet sesuai hasil visum dari puskesmas arjasa”ucap eko

Read More

“Kenapa diketerangan tersebut kok pengungkapannya raifah ini memukul,lha ini kok aneh, sedangkan mereka gak mau menyadari untuk mengungkapkan pengeroyokan Nya hingga klien kami tersungkur hingga pingsan,dan juga malah ada pak RT yang melerai,,apanya yang dilerai,lha wong korbannya sampai pingsan, dalam pengakuan beberapa saksi dan korban bahwasannya pak RT tidak ikut melerai namun hanya ikut membawa korban ke puskesmas, dan itu yang minta tolong suami korban” terang Eko

“Kami selaku kuasa pendamping dari klien kami,meminta kepada pihak polsek arjasa bisa memberikan keadilan yang semestinya keadilan ini bisa tegak lurus, karena bagi saya hal seperti ini gak layak dijadikan contoh oleh masyarakat khususnya desa kedungdowo serta pihak polsek harus bijak untuk menanggapi kasus Pasal 170 ini “pinta Eko

Sementara itu , tokoh masyarakat kedung dowo Kaji Asmudun sangat menyesalkan perbuatan pengeroyokan hingga mirisnya tidak ada rasa bentuk niatan baik dari siapapun “Saya sangat miris dengan kejadian di desa saya ini,,karena kenapa ,sebelumnya korban mempunyai riwayat sakit di kepala akibat benturan keras hingga tempurungnya saat ini masih belum terpasang karena keterbatasan biaya”ujar Asmudun

“Lha dari sinilah yang menjadikan terketuk hati nurani saya,,disaat musibah yang menimpa korban, tidak ada bentuk kepedulian dari pelaku bahkan pemerintah desa sendiri kesannya tidak memikirkan warganya (korban), Ini Ada Apa…??!! “detil Asmudun

“Makanya, saya meminta juga kepada APH jangan pernah tebang pilih dalam kasus ini,,jadikan dasar dalam nurani,, 1 orang perempuan Dikeroyok 5 orang diantaranya 2 orang laki laki 3 orang perempuan hingga korban tersungkur tak sadarkan diri.” Imbuh Asmudun

Dihimpun oleh awak media sitijenarnews dan primanews untuk mencari keterangan saksi yang mengetahui langsung perihal kejadian pengeroyokan, Santoso mengatakan” tidak benar kalau raifah ini membawa senjata tajam dan tidak benar juga kalau Pak RT melerai kejadian itu karena disaat kejadian saya tau sendiri ibu raifah didekap dari belakang oleh kusnadi dan dipukul bertubi tubi oleh 4 orang lainnya” ujar santoso

Sementara itu novi ikut menambahkan” saya tau sendiri ibu saya dikeroyok dan yang melerai itu pak santoso, selang waktu disaat ibu saya pingsan akhirnya nanik,sofia,santoso menggotong raifah ke rumah saya” terang novi

“Disaat ramainya orang melihat kejadian tersebut ,barulah Pak RT datang dan punya inisiatif bawa mobilnya untuk membawa ibu raifah ke puskesmas arjasa”imbuh novi

Perihal dalam pengakuan saksi yang berbeda keterangan,akhirnya Kapolsek arjasa IPTU Suratman setelah di konfirmasi awak media mengatakan”Dalam minggu minggu ini saksi kedua belah pihak akan didatangkan ke polsek arjasa guna bisa memberikan keterangan yang sebenar benarnya” ujar Suratman

(Emen)

Related posts