Ketua umum LSM Siti Jenar: “Soal Kontroversi Tanah hutan dipakai untuk Pembangunan UNESCO GEOPARK IJEN”

  • Whatsapp

Bondowoso, Primanews.net – Menanggapi Gaduh nya permasalahan dugaan penyerobotan hutan lindung di lereng Ijen Ketua Umum LSM SITI JENAR yang juga pemerhati Kehutanan pun juga angkat bicara.

Seperti kita ketahui bersama dugaan penyrobotan Hutan lindung di lereng Ijen tepat nya di petak 101 Kph Bondowoso yang dijadikan gedung sarana dan prasarana pariwisata serta ekonomi kreatif. dengan dalil rangka percepatan pengembangan wisata di wilayah kabupaten Bondowoso khususnya pengembangan UNESCO GEOPARK IJEN yang merupakan Program Nasional kabupaten Bondowoso, kami Perhutani Bondowoso Membantu langkah pemkab Bondowoso untuk mengusulkan kawasan gunung Ijen menjadi menjadi Ijen Geopark ke UNESCO.

Read More

Bentuk dukungan pihak Perhutani Bondowoso ini adalah percepatan dalam rangka usulan perijinan itu Sebaiknya harus memenuhi mekanisme dan sesuai perundang undangan yang berlaku. Ujar Eko,

Dalam melakukan Sinergitas antara Pemkab Bondowowo dan Perhutani KPH BONDOWOSO untuk pengembangan dan pembangunan itu seyogyanya juga kedua belah pihak harus memperhatikan aspek aspek penting yang harus ditaati.

Salah satu contoh kalau kita juga harus mengacu pada aturan yang tertera pada Bab, PEMBERANTASAN PERUSAKAN HUTAN
Bagian Kesatu / Umum Di Pasal 8
(1) Pemerintah dan Pemerintah Daerah berkewajiban melakukan pemberantasan perusakan hutan. Hal itu juga tertera pada Pasal 15
(1) Penerapan persyaratan pengendalian dampak lingkungan hanya berlaku bagi bangunan gedung yang dapat menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan.
(2) Persyaratan pengendalian dampak lingkungan pada bangunan gedung sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Senada juga kalau kita mau membedah utuh dan memperhatikan rinci pada Pasal 15 Ayat (1) Yang dimaksud dengan dampak penting adalah perubahan yang sangat mendasar pada suatu lingkungan yang diakibatkan oleh suatu kegiatan. Ujar aktivis yang juga pemerhati lingkungan ini

Bangunan gedung yang menimbulkan dampak penting terhadap lingkungan adalah bangunan gedung yang dapat menyebabkan:
a. perubahan pada sifat-sifat fisik dan/atau hayati lingkungan, yang melampaui baku mutu lingkungan menurut peraturan perundang-undangan;
b. perubahan mendasar pada komponen lingkungan yang melampaui kriteria yang diakui berdasarkan pertimbangan ilmiah;
c. terancam dan/atau punahnya spesies-spesies yang langka dan/atau endemik, dan/atau dilindungi menurut peraturan perundang-undangan atau kerusakan habitat alaminya.
d. kerusakan atau gangguan terhadap kawasan lindung (seperti hutan lindung, cagar alam, taman nasional, dan suaka margasatwa) yang ditetap-kan menurut peraturan perundang-undangan;
e. kerusakan atau punahnya benda-benda dan bangunan gedung peninggal-an sejarah yang bernilai tinggi.
f. perubahan areal yang mempunyai nilai keindahan alami yang tinggi g. timbulnya konflik atau kontroversi dengan masyarakat dan/atau pemerintah. Ayat (2) pada Huruf a Persyaratan lingkungan bangunan gedung meliputi persyaratan-per-syaratan ruang terbuka hijau pekarangan, ruang sempadan bangunan, tapak basement, hijau pada bangunan, sirkulasi dan fasilitas parkir, pertandaan, dan pencahayaan ruang luar bangunan gedung. Dan di Huruf b Persyaratan terhadap dampak lingkungan berpedoman kepada Undang-undang tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup, tentang kewajiban setiap usaha dan/atau kegiatan yang menimbulkan dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup wajib memiliki analisis mengenai dampak lingkungan hidup untuk memperoleh izin melakukan usaha dan/atau kegiatan. Serta di Huruf c juga dijelaskan tentang Persyaratan teknis pengelolaan dampak lingkungan meliputi persyaratan teknis bangunan, persyaratan pelaksanaan konstruksi, pembuangan limbah cair dan padat, serta pengelolaan daerah bencana. Pungkas Eko Sembari mengakhiri paparannya. (red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *