Ketum LSM Siti Jenar dan Polsek Mangaran Melakukan Mediasi Blokade Jalan oleh Puluhan Warga Mangaran.

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.com – 28 – September 2020 Ketua Umum LSM SITI JENAR bersama Polsek Mangaran kala melakukan mediasi antara puluhan warga dan pengusaha yang tambak buntut dari Blokade jalan oleh warga di desa Tanjung pecinta. Kecamatan Mangaran Situbondo.

Kita harus percaya 100% bahwa Kabupaten Situbondo Jawa Timur ini masih dalam bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang mana negara ini punya hukum untuk mengatur apa-apa yang berada di wilayah kekuasaannya. Prinsip aturan ini sebenarnya mengatur untuk teratur supaya tidak serba bertentangan satu dengan yang lain. nah sekedar diketahui kabupaten Situbondo ini mempunyai garis pantai terpanjang di Jawa Timur dan diatasnya berdiri ratusan bahkan ribuan petak tambak udang ironi nya menurut data dan temuan kami hanya 20 % yang melengkapi perijinan & persyaratannya utamanya yang berkaitan dengan UKL – UPL dalam membuat perluasan Tambak barunya dan bahkan tentang pengelolaan Limbah nya (IPAL) taruhlah contoh PT SIDO JOYO yang Terletak di Desa Tanjung Pecinan Kec. mangaran kab. Situbondo ini.

Read More

Hal ini mulai terkuak pasca Aksi Blokade penutupan oleh puluhan Warga Dusun kaliasin dan dusun Karang anyar desa Tanjung Pecinan mangaran Senin kemarin 28 – September 2020

Blokade jalan kala itu dilakukan oleh puluhan masyarakat sekitar yang mengakibatkan Menumpuk nya Ratusan Dumpt Truck pengangkut bahan matrial untuk perluasan tambak tersebut macet total dan dipaksa putar arah oleh warga dan berakhir dalam sebuah Diskusi panas Di balai desa Tanjung Pecinan yang di mediasi oleh Ketua Umum LSM Siti jenar, dan dari pihak / unsur 3 pilar kecamatan mulai polsek.koramil dan kecamatan serta perangkat desa setempat.

Menanggapi hal itu Ketua Umum LSM SITI JENAR, Eko Febrianto yang turut Hadir melakukan Mediasi baik dilokasi penutupan jalan sampai diskusi yang dilakukan Dibalai desa setempat. Yang mana Eko, memaparkan kepada perwakilan Pengusaha tambak yang melakukan perluasan usahanya tersebut agar lebih peka terhadap keluhan masyarakat sekitar tempat usahanya mulai dari kerusakan jalan yang dilalui oleh armada pengangkutan bahan matrial nya dan sampai tentang keluhan warga terkait dampak lingkungan nya. masalah Jalanan rusak dll saya serahkan kepada pihak pengusaha dan desa karena itu Jalan desa untuk melakukan kesepakatan dll. saya mewakili masyarakat yang datang mengadu kepada kami di LSM SITI JENAR hanya meminta kepada pihak pengusaha untuk segera menyelesaikan tanggung jawab perijinan perluasan tambak nya dengan melakukan Revisi UKL – UPL nya dan memperbaiki sistem pengelolaan limbahnya yang mana hal itu sangat diresahkan oleh warga sekitar karena bau yang menyengat utamanya mereka yang melakukan aksi Senin kemarin.

Ketum LSM Siti Jenar dan Polsek Mangaran di Balai Desa Saat Melakukan Mediasi dengan Warga Mangaran.

Karena usaha apa pun jika tidak dilakukan dengan cermat dan teliti pasti akan membawa dampak buruk, bisa berdampak secara langsung pada manusia maupun lingkungan. Oleh karena itu, usaha-usaha ekonomi yang memanfaatkan alam secara langsung sudah diatur aturan. Aturan ini diaplikasikan dalam dokumen perizinan yang dimaksud biasa disebut AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup), UKL-UPL Upaya Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Upaya Pemantauan Lingkungan Hidup, SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan).

Bukan hanya tambak loh , usaha tambang pun yang saat ini juga kian menjamur di Situbondo pun harus mengantongi dokumen ini. Tujuannya untuk memberi kepastian bahwa usaha-usaha ekonomi yang memanfaatkan langsung sumber daya alam tidak malah merusak alam itu sendiri. Andai dinalar, jika sudah ada dokumen di atas, sudah pasti usahanya aman. Tapi pertanyaannya dan keluhan dari warga seperti adalah, apakah tambak-tambak di mangaran ini sudah mengantongi dokumen tersebut? Sesuai aturan, dokumen tersebut seharusnya bisa di-tracking di Dinas Lingkungan Hidup. Pertanyaan selanjutnya, jika belum punya dokumen tersebut kenapa sudah bisa beroperasi? dan bahkan melakukan perluasan usahanya tanpa melakukan Revisi pada UKL – UPL nya seperti ini ?

Untuk kemunculan tambak tambak yang lagi kembali bergeliat di kabupaten Situbondo ini , kemungkinan belum bisa di-tracking dampak langsung terhadap lingkungan, namun sudah bisa dinilai apa dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti adanya pendapatan dari sewa lahan atau bayaran yang didapat atas hasil kerja. Namun banyak juga masyarakat di seputar tambak yang mengeluh dan berkeluh kesah sayapun mendengar langsung keluhan masyarakat ini. Nyatanya, limbah air pembuangan dari tambak, menyebabkan bau tidak sedap dan efek limbah ini bisa sampai ke laut dan menganggu biota alami yang ada di dalamnya.

Yang mana saya sangat menyadari bahwa, untuk bisa bertahan hidup manusia butuh berusaha. Usaha bisa dilakukan dengan memanfaatkan alam. Tapi di sisi lain manusia juga butuh tempat hidup layak yang didukung lingkungan yang sehat. Dan yang lebih penting, alam ini bukan hanya untuk memenuhi hajat hidup kita yang masih hidup sekarang, tapi juga untuk generasi kita ke depan. Kita manusia ini masih butuh beranak pinak itu yang harus kita perhatikan bersama, Pungkas Eko. (TIM)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *