Ketum LSM Siti Jenar Eko Febrianto, Apresiasi langkah Bareskrim POLRI Melakukan Penangkapan Kepada Gus Nur

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – Menanggapi Penangkapan SUGI NUR oleh Bareskrim Mabes Polri. Kepada Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur di Malang, Sabtu 24 Oktober 2020 pukul 00.00 WIB tengah malam.

Gus Nur ditangkap lantaran laporan Nahdhatul Ulama kepada Bareskrim Polri atas ujaran kebencian dan penghinaan terhadap NU.

Read More

Ketua Umum Lsm Siti Jenar Eko Febrianto. Aktivis asal kabupaten Situbondo yang dikenal sangat frontal menolak gerakan Sugi Nur Dibeberapa Daerah dan Video Di labrak nya Sugi Nur kala itu oleh Ketua Umum LSM Siti Jenar (Eko Febrianto) di Warung Bali 2 Besuki yang sempat Viral seantero Indonesia ini. pun kembali angkat bicara tentang penangkapan Sugi Nur oleh Bareskrim Mabes Polri.

menurut Eko Setelah Di Singgung kembali oleh awak media terkait Bentrok nya dengan Sugi Nur atas Penolakan rencana Sugi nur untuk mendirikan pesantren di kawasan Situbondo – Jawa Timur. kala itu Eko kembali mengulas alasan penolakan nya kala itu. yang mana alasan itu sama dengan alasan pelapor atas kasus ditangkap nya Sugi nur di malang ini.

“Saya selaku warga NU juga menolak keras pendirian Ponpes kala itu. Karena saya berharap Jangan rusak generasi muda kita dengan ajaran-ajaran keras ala Sugi Nur. Kami masyarakat Besuki-Situbondo adalah warga Nahdlatul Ulama (NU) tulen,” ucapnya. Minggu 26 Juli 2020. Kala itu di beberapa media online dan cetak

Menurut Eko Febrianto, Gus Nur diduga sering kali melontarkan ujaran kebencian dan menghina Pemerintah juga para Kiai golongan NU.

“Rekam jejak ceramah Sugi Nur yang kerap menghina serta menyebarkan ujaran kebencian dan diduga sering kali memprovokasi. Maka hal itu menjadi alasan utama penolakan saya kala itu ,” tukasnya.

Selanjutnya dijelaskan Eko Febrianto, secara moral sebagai da’i itu seharusnya dalam menyampaikan ceramah, Gus Nur harus sopan agar dia diterima dimanapun dia berada. Hal itupun pernah saya lontarkan langsung kepada si SUGI NUR kala kita bertemu kedua kali nya saat di mediasi oleh beberapa orang tokoh di Warung Soto. Leo Jokotole jl Pantura Kota timur Besuki kala itu.

“Saya sebagai warga NU, juga tidak akan setuju kalau daerah kami juga di tempati ajaran keras ala Sugi Nur kala itu. Yang notabene mengaku Da’i, karena cara ceramahnya begitu tidak sopan dan sering menyinggung perasaan umat. Khususnya kami selaku warga NU,” jelasnya.

Diungkapkan Eko Febrianto, mestinya Da’i itu memilih cara-cara penyampaian yang terbaik, menarik serta simpati bagi umat. Bukan malah memecah belah ummat seperti yang dilakukan dia selama ini.

“Kalau Sugi nur ini terus dibiarkan maka sangat berbahaya, nanti umat Islam dikatakan Islam itu keras dan Islam radikal. Sebenarnya kan tidak begitu. Islam ini adalah Agama Rahmatan Lil Alamin oleh sebab itu, saya hanya ingin da’i yang dikenal dengan julukan Gus Nur itu sadar diri. Sebab masyarakat menolak keras dengan metode dakwah ala Sugi nur makanya saya sangat mendukung dan mengapresiasi langkah BARESKRIM POLRI untuk Menangkap yang bersangkutan agar yang bersangkutan bisa menyadari kedepannya jangan diterus-teruskan dakwahnya begitu, bahaya itu,” ungkap Eko Febrianto.

Lanjut dia, dengan adanya penangkapan Sugi Nur Dimalang oleh Bareskrim Polri ini, semoga tidak ada atau asumsi perbuatan diskriminasi kepada Sugi Nur alias Gus Nur. Sebab, kata Eko Febrianto, Gus Nur itu bukanlah ulama, sehingga tidak dapat dikatakan melakukan kriminasilasi dan diskriminasi pada ulama.

Karena menurut Eko, “Ulama itu seharusnya memiliki karakter abid (taat kepada Allah, red), arif, alim dan tidak mungkin berbicara sembarangan, apalagi menyebar ujaran kebencian di tengah tengah masyarakat. Masyarakat akan menilai sendiri, pantas atau tidak jika seorang ulama melakukan hal itu,” tutur Eko Febrianto.

Kemudian Eko Febrianto menegaskan, jika Gus Nur seorang ulama akan berdakwah dengan cara yang baik. Seperti lazimnya ulama-ulama kita, baik seperti Syekh Maulana Habib Lutfi di Pekalongan. Serta para ulama-ulama Kharismatik lainnya.

“Dakwah yang baik dengan bil hikmah, bil khasanah. Bijaksana dalam tutur kata. Walaupun berdebat, harus dengan argumentasi dan rasional. Sedangkan apa yang dilakukan Gus Nur jauh dari reputasi serta representasi islam,” tegasnya.

Ditambahkan Eko Febrianto, seperti diketahui banyak beredar video di internet, Gus Nur terindikasi melakukan penghinaan terhadap lembaga NU. Dan bahkan Pemerintah ceramah-ceramah Gus Nur dinilai kuat berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa dan syarat dengan nuansa pembodohan massal. Sekali lagi kami atas nama pribadi dan LSM SITI JENAR sangat mengapresiasi langkah tegas kepolisian Republik Indonesia untuk melakukan penangkapan kepada yang bersangkutan, tukasnya. (red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *