Ketum LSM Siti Jenar Eko Febrianto : Jadikan Momen Pilkada Serentak ini Untuk Belajar Berpolitik Santun dan Cerdas,

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – Memasuki perhelatan pesta demokrasi di Kabupaten Situbondo Jawa timur yakni Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada 9 Desember mendatang, semua pasangan dan timses nya akan beradu strategi untuk memenangkan pesta demokrasi untuk memperebutkan gelar P 1 Situbondo tersebut.

Tetapi dalam berpolitik tentu memerlukan etika yang baik dalam bersaing. Hal ini diungkapkan Ketua Umun Lsm Siti Jenar dan ketua dewan Penasihat Siti Jenar News dan Prima News saat awak media ini berkunjung di kediamannya, Sabtu Sore (23/10/2020).

Read More

Menurutnya, dalam mengikuti pesta demokrasi diperlukan persaingan secara sehat. Artinya kata dia, setiap pasangan yang maju dalam pertarungan, dilarang saling menjelekkan satu sama lain. Ini Khusus saya sampaikan kepada para tim pemenangannya / Timses nya.
“Kalau bertarung, harusnya secara sehat, bukan malah saling menjatuhkan,” sebutnya.

Eko (akrab ia disapa) menuturkan, di setiap pasangan calon harus mengedepankan politik santun. Meliputi politik yang berakhlak, beretika, bermoral dan bermental yang kuat.Karena sejatinya kata dia, politik santun sesungguhnya merupakan gambaran demokrasi yang baik. Sehingga apabila mengedepankan itu. akan memberikan kontribusi pada pengembangan kehidupan berdemokrasi. Maka kemajuan demokrasi akan runtuh jika tidak diikuti kehidupan demokrasi yang santun,” imbuhnya

Di perhelatan Pilkada serentak, suhu politik akan semakin memanas dan kompetisi akan semakin keras. Dalam hal ini seharusnya seluruh politisi dan timses nya haruslah tetap tenang, teguh, berhati dingin. Berjuang dengan gigih untuk mencapai tujuan, namun tetap dilakukan dengan politik yang bersih, cerdas, dan santun. Utamanya mereka yang merasa sebagai timses atau pun para calonnya , tentu akan menjadi elok jika memahami politik dalam artian sesungguhnya. Bahwa politik itu pengabdian kepada rakyat. Dan rakyat nanti nya yang akan menjadi kiblat pengabdian politiknya itu. Ujar Eko.

Saya sedari dulu juga pernah menyampaikan, dibeberapa Media baik Cetak, On Line dan dia beberapa media lain bahwasanya yang namanya politik itu perlu dipahami bukan dalam artian sempit (“Stricto sensu”), melainkan dalam arti luas, (“largo sensu”) yakni arti utama dan sesungguhnya dari politik.

Maka sebenarnya “jiwa” politik dan memoria itu paling jelas terbaca bukan pada tataran wacananya saja (“Discourse”), bukan tingkat verbal dan kognitif, melainkan lebih-lebih pada kemungkinan yang diciptakan oleh masing-masing pribadi dalam kebersamaan untuk menjadi semakin manusiawi (human), seraya hidup dalam suatu lingkungan yang ramah (“Hospitable”) terhadap sesama, di mana keadilan, bela rasa penuh cinta (“Compassion”), dan pemeliharaan hidup diutamakan.Karena muara politik adalah pengabdian kepada bangsa dan Negara dalam arti sesungguhnya. Namun, dalam proses politik mencapai tujuan, politik harus tetap dilakukan dengan bersih, cerdas, dan santun. Para timses dan keluarga besar calon harus menunjukkan dan memberikan contoh dalam etika politik dan aturan main demokrasi yang baik. Kepada semua masyarakat / Rakyat Situbondo karena itu saya kira bagian dari sebuah “Tata Krama” dan Etika Politik

Nah Mengapa etika politik begitu penting? Menurut Eko, ada tiga alasan. Pertama, betapa pun kasar dan tidak santunnya suatu politik, tindakannya tetap membutuhkan legitimasi. Legitimasi tindakan ini mau tidak mau harus merujuk pada norma-norma moral, nilai-nilai, hukum atau peraturan perundangan. Di sinilah letak celah, di mana etika politik dapat berbicara dengan otoritas.

Kedua, etika politik berbicara dari sisi korban. Politik yang kasar dan tidak adil akan mengakibatkan jatuhnya korban. Korban akan membangkitkan simpati dan reaksi indignation (“Terusik dan protes terhadap ketidakadilan”). Keberpihakan pada korban tidak akan menoleransi politik yang kasar. Jeritan korban adalah berita duka bagi etika politik.

Ketiga, pertarungan kekuasaan dan konflik kepentingan yang berlarut-larut akan membangkitkan kesadaran tentang perlunya penyelesaian yang mendesak dan adil. Penyelesaian semacam ini tidak akan terwujud bila tidak mengacu pada etika politik. Pernyataan seperti kalau di level pusat dikenal “perubahan harus konstitusional” menunjukkan bahwa etika politik tidak bisa diabaikan begitu saja.

Nah kalau tujuan dari tata krama dalam ber politik adalah mengarahkan ke hidup yang baik, bersama dan untuk orang lain, dalam rangka memperluas lingkup kebebasan dan membangun institusi-institusi yang adil. Definisi etika politik ini membantu menganalisis korelasi antara tindakan individual, tindakan kolektif, dan struktur-struktur yang ada. Dalam perspektif ini, pengertian etika politik mengandung tiga tuntutan. Pertama, upaya hidup baik bersama dan untuk orang lain. Kedua, upaya memperluas lingkup kebebasan. Ketiga, membangun institusi-institusi yang adil.

Maka menurut hemat saya, sudah saatnya semua politisi dan para timses calon nya harus berpolitik dengan baik dan santun. Dengan demikian, kita mampu menyukseskan hajatan politik besar di daerah kita ini kemudian menghasilkan pemimpin yang menempatkan rakyatnya sebagai kiblat pengabdiannya.

Bukan pula pemimpin yang mengiming-imingi para petani sederhana dan bersahaja, dengan ketersediaan pupuk Bersubsidi yang melimpah tanpa berbicara kenyataan yang sebenarnya. Karena itu, politik santun menjadi penting. Jika tidak sekarang dijalankan, lalu kapan lagi? Karena berpolitik bersih dan santun akan terus menjadi keniscayaan.

Dirinya tidak ingin ada masyarakat situbondo saling menghina, menghujat, menjatuhkan dan fitnah satu sama lain dikarenakan oleh hasutan dari Timses calon Yang tidak profesional. Penegasan ini disampaikan juga oleh Eko,

“Melihat kondisi politik Situbondo yang tak jarang saling menjelekkan satu dengan yang lain, mari kita berpolitik dengan santun, cerdas dan bermartabat”, kata Eko. Karena masyarakat harus diberikan edukasi, diberikan pemahaman tentang berpolitik yang bagus, yang santun dan bermartabat, bukan saling menghujat, menjelekkan, imbaunya.

Karena saya kira masih ada konsep-konsep yang mencari cari kesalahan orang lain di Situbondo ini. utamanya yang dilakukan oleh simpatisan simpatisan calon.? yang suka , menjelek-jelekkan orang lain. Eko, tak menginginkan hal tersebut terjadi. Sekarang ini banyak saya ikuti, saya liat, saya baca, saya maknai, masih ada konsep-konsep menjelekkan orang lain . Seakan akan dia merasa paling bisa, paling hebat, serta juga tak jarang memfitnah, mengumbar-umbar, mencari-cari kesalahan menyombongkan diri dan lain lain.

Tidak boleh lagi bapak ibu sekalian, ajak Eko,. Terkait hari pemilihan kepala daerah yang semakin dekat, Eko berharap agar rakyat situbondo tetap tenang. Eko yakin rakyat sudah pintar, sehingga tak akan terpengaruh lagi oleh hasutan hasutan gak berkwalitas.

Saya kira Rakyat situbondo ini sudah pintar. Maka dari pada itu cobalah berikan konsep, berikan pendidikan politik kepada masyarakat, sampaikan konsep-konsep, bukan mencari-cari kesalahan orang lain , mengumbar-umbar janji dan mencari-cari fitnah, apalagi di media sosial, pungkas nya. (red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *