Ketum LSM SITI JENAR: Kupas Pemaparan Kasus Pembunuhan

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – Kasus Pembunuhan yang jadi ramainya pemberitaan hingga sampai melayangkan nyawa seseorang, kini Ketum LSM Siti Jenar merasa terpanggil hati nuraninya untuk memaparkan isi dari kasus tindak pidana pembunuhan. Selasa , 27 Oktober 2020

Dihimpun dari beberapa rekan media, Ketum LSM Siti Jenar Eko Febriyanto memberikan sebuah pemaparan kasus tindak pidana pembunuhan tersebut.
“jelas pemahaman terhadap jenis tindak pidana diatas, berikut akan coba saya kupas masing-masing tindak pidana pembunuhan tersebut lebih terperinci lagi”.ujar eko

Read More

Maraknya kasus pembunuhan dalam kurun waktu 1 tahun / 2020. diwilayah hukum Situbondo Jawa timur membuat publik utamanya dikalangan masyarakat awam hukum menjadi bertanya tanya apakah aturan dan jeratan pidana terkait pembunuhan ini dilakukan secara tidak maksimal. sehingga kejahatan dengan menghilangkan nyawa orang lain ini dianggap mudah.

Berikut tim awak media SitiJenar News dan Prima News mencoba mengulas lengkap dari narasumber ketua umum Lsm Siti Jenar yang juga ketua dewan penasihat SitiJenar News, Prima News cetak dan on line yang juga ketua dewan penasihat Tabloid Suksesi nasional. Eko Febrianto di kediamannya 27 Oktober 2020.

Langsung saja menurut Eko, Apabila kita merujuk Pasal 338 KUHP: “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.”Nah apabila kita menela’ah dengan cermat dan teliti pasal tersebut adalah khusus berlaku kepada si Subyek nya

Tindak pidana pembunuhan diatur di dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) Buku Kedua Bab XIX tentang Kejahatan Terhadap Nyawa. Pembunuhan diartikan sebagai tindakan merampas atau menghilangkan nyawa orang lain, dengan cara melawan hukum. KUHP mengatur beberapa klasifikasi tindak pidana pembunuhan demi menjerat pelakunya sesuai dengan perbuatannya itu.

Tindak pidana pembunuhan secara umum atau diistilahkan dengan pembunuhan biasa diatur di dalam Pasal 338 KUHP yang menyatakan; “Barang siapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas tahun.”

Nah Katagori menghilangkan atau merampas nyawa orang lain dimaksud dalam pasal itu harus dilakukan dengan sengaja, jadi unsur “dengan sengaja” disini sangat penting sebab jika memang nyata pembunuhan dilakukan tanpa unsur kesengajaan dikwalifikasi sebagai delic culpa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 359 KUHP yang isinya menyatakan; “Barang siapa karena kesalahannya (kealpaannya) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.” kecuali pembunuhan tersebut memakai senjata api itu menjadi pertanyaan besar walau senpi tersebut berijin itu akan menjadi permasalahan yang berbeda dan lebih berat lagi urusannya saya kira.

“jelas pemahaman terhadap jenis tindak pidana diatas, berikut akan coba saya kupas masing-masing tindak pidana pembunuhan tersebut lebih terperinci lagi”.ujar eko

Nah kalau kita Kembali kepada Kejahatan Terhadap Nyawa Orang” yang terdiri dari tiga belas pasal, dari pasal 338 sampai dengan pasal 350 ini menjadi menarik untuk kita mengamat-amati pasal-pasal tersebut maka KUHP mengatumya sebagai berikut.

Kejahatan yang ditujukan terhadap jiwa manusia.
Kejahatan yang ditujukan terhadap anak yang sedang/baru dilahirkan.
Kejahatan yang ditujukan terhadap anak yang masih dalam kandungan.
Secara umum, tindak pidana pembunuhan yang diatur dalam KUHP dapat dikelompokkan ke dalam 2 kelompok, yaitu:
Tindak pidana pembunuhan yang dilakukan dengan sengaja.
Tindak pidana ini meliputi beberapa tindak pidana pembunuhan, yaitu:
Tindak pidana pembunuhan pada umumnya, yang meliputi tindak pidana yang diatur dalam pasal 338, 340, 344, dan 345 KUHP.
Tindak pidana pembunuhan terhadap bayi pada saat dilahirkan atau tidak lama setelah dilahirkan, yang diatur dalam pasal 341, 342, dan 343 KUHP.
Tindak pidana pembunuhan yang dilakukan tanpa adanya kesengajaan, yang diatur dalampasal 359 KUHP.

Nah berdasarkan pengelompokkan tersebut diatas tersimpul, bahwa tindak pidana pembunuhan dapat terjadi baik karena unsur “kesengajaan” maupun karena unsur “ketidaksengajaan”.

Apabila kelompok tindak pidana pembunuhan di atas diurutkan sesuai dengan sistematika dalam KUHP, maka urutannya adalah sebagai berikut.

Tindak pidana pembunuhan biasa, diatur dalam pasal 338 KUHP
Tindak pidana pembunuhan yang dikualifikasi/pemberatan, diatur dalam pasal 339 KUHP
Tindak pidana pembunuhan berencana, diatur dalam pasal 340 KUHP
Tindak pidana pembunuhan terhadap bayi atau anak, diatur dalam pasal 341, 342, dan 343 KUHP

Tindak pidana pembunuhan atas permintaan korban, diatur dalam pasal 344 KUHP
Tindak pidana pembunuhan terhadap diri sendiri, diatur dalam pasal 345 KUHP
Untuk lebih memperjelas pemahaman terhadap jenis tindak pidana diatas, berikut akan coba saya kupas masing-masing tindak pidana pembunuhan tersebut lebih terperinci lagi.

Tindak pidana pembunuhan biasa
Hal ini diatur dalam pasal 338 KUHP yang bunyinya sebagai berikut,

” Barangsiapa dengan sengaja menghilangkan nyawa orang dihukum karena bersalah melakukan pembunuhan dengan hukuman penjara selama-lamanya lima belas tahun.”
Tindak pidana pembunuhan dengan pemberatan
Hal ini diatur dalam pasal 339 KUHP yang bunyinya sebagai berikut,

” Pembunuhan yang diikuti, disertai, atau didahului oleh kejahatan dan yang dilakukan dengan maksud untuk memudahkan perbuatan itu, atau jika tertangkap tangan, untuk melepaskan diri sendiri atau pesertanya daripada hukuman, atau supaya barang yang didapatnya dengan melawan hukum tetap ada dalam tangannya, dihukum dengan hukuman penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.”

Nah tindak pidana pembunuhan berencana
Hal ini diatur dalam pasal 340 KUHP yang bunyinya sebagai berikut,

” Barangsiapa dengan sengaja dan dengan direncanakan lebih dahulu menghilangkan jiwa orang lain, dihukum, karena pembunuhan direncanakan (“Moord”), dengan hukuman mati atau penjara seumur hidup atau penjara sementara selama-lamanya dua puluh tahun.”

Pembunuhan Anak atau Bayi
Jenis tindak pembunuhan bayi secara eksplisit diatur dalam ketentuan pasal 341, 342 dan 343 KUHP. Pembunuhan terhadap bayi yang diatur dalam ketiga pasal tersebut merupakan jenis pembunuhan yang paling khusus, Pembunuhan bayi pada dasarnya terdiri dari dua macam, yaitu pembunuhan bayi biasa (“Kinderdoodslag”)dan. pembunuhan bayi berencana (“Kindermood”).

Pembunuhan bayi biasa (“Kinderdoodslag”)
Hal ini diatur dalam pasal 341 KUHP yang bunyinya sebagai berikut: “Seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampsa nyawa anaknya, diancam karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara selama-lamanya tujuh tahun.”

Pembunuhan anak berencana (“kindermood”)
Hal ini diatur dalam pasal 342 KUHP yang bunyinya sebagai berikut: ” Seorang ibu untuk melaksanakan niat yang sudah ditentukan karena takut akan melahirkan anak, pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian merampas nyawa anaknya, diancam karena melakukan pembunuhan anak sendiri dengan rencana, dengan pidana paling lama Sembilan tahun.”

Semoga paparan ini bisa bermanfaat. Pungkas Eko, sembari menutup wawancaranya.

(Tim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *