Ketum LSM SITI JENAR menyayangkan Tragedi Penembakan di pasir putih yang berujung Hilangnya satu nyawa Warga Sipil.

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – Kasus Penembakan yang diduga dilakukan oleh Oknum Resmob Wilayah barat Polres Situbondo Jawa timur menuai protes keras dari Ketua Umum Lsm Siti Jenar Aktivis asli putra daerah Situbondo yang juga dikenal selalu bersinergi dengan satuan polres Situbondo kali ini sangat menyayangkan kelakuan oknum yang berdinas di Unit Reskrim Polres Situbondo ini.

Read More

sekedar diketahui, Penembakan yang berujung Tewasnya satu korban warga Sipil bernama Kadek Erick Aditya Utama usia 21 thn dengan alamat grand hill 16 no 8 Citra land surabaya yang diketahui adalah tamu salah satu hotel di pasir putih yang juga menjadi TKP di Kawasan Wisata milik Perusda Situbondo ini. diduga kuat dilakukan oleh oknum berpangkat Bripka dengan inisial “D” terjadi pada hari Selasa tgl 20 Oktober 2020 sekira pukul 03: Wib.

Menurut Eko, Memang benar adanya Setiap melakukan tindakan Polisi disaat mendesak mempunyai kewenangan bertindakmenurut penilaiannya sendiri hal ini yang sering disalahgunakan oleh oknum anggota Kepolisian dilapangan.

Kewenangan ini tertulis di dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia. Pasal ini dapat disebut dengan kewenangan diskresi, dalam penerapan di lapangan biasanya Polisi melakukan tindakan tembak di tempat terhadap tersangka. nah beda sama kasus ini. seperti kita ketahui si korban tewas ini TAMU HOTEL PAPIN kok bukan pelaku kriminal.

Pemberlakuan tembak di tempat terhadap tersangka / Pelaku Tindak Pidana aja itu bersifat situasional loh, dan berdasarkan Prinsip Proporsionalitas dalam penanggulangan kekerasan dan senjata api juga harus diterapkan pada saat keadaan tertentu dan itu tidak sembarangan. Karena pada dasarnya hal itu terkait penembakan bertentangan dengan hak asasi manusia dimana nyawa tidak boleh diambil semestinya masyarakat harusnya dilindungi, dalam suatu kejadian banyak diantaranya polisi menembak pelaku pencurian dan dengan hal hak asasi manusia perbuatan tersebut aja itu salah apalagi korban nya ini seorang tamu hotel biasa dan bukan pelaku tindak pidana. ini yang sangat saya sayangkan.

Eko, pun menilai kejadian ini adalah bentuk nyata matinya Hak Asasi manusia untuk hidup dan itu dilindungi oleh negara. dan hal ini sangat melanggar Perkapolri nomer 1 thn 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian dan Perkapolri nomer 8 THN 2009 tentang Implementasi prinsip dan standard hak asasi manusia dalam penyelenggaran tugas kepolisian republik Indonesia.

Ketua Umum LSM Siti Jenar (“Situbondo Investigasi Jejak Kebenaran”) Eko Febrianto ini pun Menegaskan kepada Awak Media SitiJenarNews serta Prima News On Line Dan Cetak, atas dasar apapun dan dengan alasan pembenaran apapun Kejadian Penembakan tgl 20 Oktober hari Selasa Dini hari pukul 03:00 WIB di Pasir putih yang mengakibatkan 1 orang Sipil Meninggal di Puskemas Bungatan ini adalah tanda hancurnya hak asasi manusia di Wilayah Hukum Situbondo ini.

Karena pada dasar dan Prinsipnya tidak Ada Hak untuk seorang APH mencabut nyawa manusia dengan timah panas yang notabene di beli dari pajak Rakyat yang mana itu juga dibayar oleh korban tewas korban nya itu.

Agar kejadian semaca ini tidak selalu terulang saya kira sudah saat nya PRESIDEN JOKOWIDODO juga harus menyampaikan Sikap kepada KAPOLRI Jendral Idham Azis terkait sering terjadi nya kejadian yang tak perlu terjadi seperti ini. dan masalah Brutalitas yang menyebabkan hilangnya nyawa warga sipil oleh APH ini memang sudah seyogyanya mendapatkan perhatian dari Presiden untuk melakukan tegoran keras kepada para atasan nya karena saya menilai selama ini tindakan brutal ini terjadi karena kurang nya pembinaan dari atasannya, atau mungkin bisa jadi karena ada arahan yang mengutamakan tindakan represif baik dalam bermasyarakat atau dalam melaksanakan tugas bukan mengutamakan tindakan preventiv.

Kalau hal ini benar adanya saya sangatlah menyayangkan karena kami masyarakat yang mencintai Institusi Polri dan mendukung Institusi Polri untuk berbenah dan dicintai masyarakat harus lagi lagi tercoreng oleh kelakuan Segelintir oknum – oknum Yang Tidak bertanggung jawab. Tukasnya. (tim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *