LSM Siti Jenar Sebut Bawaslu dan KPU Situbondo Kurang Profesional

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – Ketua umum Lsm Siti Jenar, Eko Febrianto, mengingatkan anggota Pengawas Pemilu Kecamatan (PANWASCAM) untuk menjaga netralitas saat pemilukada. Hal ini diucapkannya saat diwawancarai wartawan SitiJenar News & Prima News.

Menurutnya, dalam penyelenggaraan pemilukada, tugas Bawaslu dan Panwascam juga harus mengawasi KPU dan proses pelaksanaannya. nah kalau KPU nya salah yang jangan segan untuk menegur, contoh seperti hal nya terkait APK (alat peraga kampanye) seperti banner dll. Taruhlah contoh masalah banner yang seharusnya udah di distribusikan KPU ke semua dari titik ujung barat sampai ujung timur Situbondo ini nah sampai saat ini kurang maksimal dan itu sangat merugikan kedua Pasangan Calon yang berlaga di Pilkada Situbondo ini.

Read More

Hal ini yang menyebabkan para tim dan simpatisan membuat alat peraga sendiri dan memasang dengan suka suka mereka sendiri. hal ini yang rentan akan gesekan di arus bawah ingat ini pertaruhannya adalah Kondusifitas di arus bawah loh ya. Ujar Eko,

Eko, juga menambahkan dugaan ketidaknetralan panwascam di bawah. menurut aktivis asal Besuki ini. Pihaknya sudah melakukan pulbaket untuk segera kami laporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Pihak nya sudah memelototi kinerja KPU dan BAWASLU kabupaten ini mulai dari masa Perekrutan Panwascam kala itu saya membongkar beberapa kejanggalan rekrutmen panwascam termasuk dugaan kader parpol yang kedepatan ada di dalam nya.

“Eko juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Situbondo Jika kedepan nya masyarakat melihat seorang anggota panwascam tidak netral di daerahnya, dan cenderung membela salah satu pihak, masyarakat bisa melaporkannya ke kami agar kami bisa menindak lanjuti langsung ke DKPP. Nanti Jika terbukti benar, maka yang bersangkutan bisa diberhentikan dengan tidak hormat,” katanya.

Sayapun pesimis akan kinerja panwascam di 17 kecamatan di Situbondo ini, utamanya mereka yang di sektor barat Seperti Besuki Banyuglugur dan Jatibanteng ini. Bahkkan sedari awal perekrutan mereka kemarin. jangan kan harus menghadapi tantangan dengan memantau kerentanan terhadap money politic. Seperti yang tertera pada, pada UU no 8/2015,lah wong cara kerja mereka di awal udah kayak begini.

Disinggung tentang Bawaslu Kabupaten Situbondo Eko pun menjawab. Oalah mas mereka (Bawaslu) mengawasi netralitas dan ketidaktransparan KPU aja gak bisa padahal KPU dan BAWASLU ini adalah satu rangkaian kesatuan yang tak dapat dipisahkan loh. Seperti Gula dan kopi itula gambaran nya.

Harusnya terkait pengadaan APK oleh KPU seperti banner dll yang harusnya sudah disalurkan secara merata sejak penetapan nomer urut kmaren nah sampai saat kemana ? Tanya Eko.

“Dugaan sekecil apapun jika ada indikasi Korupsi politik yang terjadi pada penyelenggaraan Pilkada ini, harusnya bisa diantisipasi. Dan jika sudah diantisipasi, tentunya bisa diusut tuntas jika masih tetap terjadi korupsi politik itu,bukan malahan diam dan terkesan membiarkan” ujarnya.

Pada prinsipnya, kata dia, di dunia politik yang panas seperti bulan ini, semua manusia jahat dan tidak bisa dipercaya. Meskipun sudah ada lembaga atau instansi-instansi demokrasi dan penegakan hukum yang seharusnya menjalankan tugas dan fungsinya.

“Sebab, ini bicara manusia dan politik. Kekuasaan dan uang. Semuanya hampir tak ada yang bisa dipercaya,” ujarnya lagi.

Dia mengingatkan, jika memang negeri ini utamanya kabupaten Situbondo, serius dan komitmen membangun demokrasi dengan kesadaran politik masyarakatnya, maka peran Bawaslu harus benar benar kuat bukan Letoy seperti ini. Juga dalam mengusut dan mengungkap dugaan praktik korupsi politik, Bawaslu sebagai lembaga pengawas Pemilu harus mencari dan memiliki bukti-bukti konkritnya. Sebab, tak selamanya money politics itu berupa uang. Bisa saja berupa aset, jabatan dan berbagai bentuk lainnya. Pungkas Eko,

Setelah awak media SitiJenar News dan Prima News mencoba menghubungi untuk melakukan konfirmasi kepada pihak Bawaslu dan beberapa kontak Panwascam di wilayah barat tak ada satupun dari mereka yang mengangkat telfon awak media ini. (red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *