MUNJIAT Anak Gus Nur ikut diperiksa Bareskrim Polri terkait kasus ujaran kebencian yang dilakukan sang Ayah

  • Whatsapp

Jakarta, Primanews.net – Polisi sampai saat ini masih terus mendalami kasus dugaan ujaran kebencian terhadap Nahdlatul Ulama (NU) dengan tersangka Sugi Nur Rahrdja alias Gus Nur. Kali ini penyidik Bareskrim Polri memeriksa Munjiat, anak Sugi Nur Raharja, sebagai saksi, Sugi Nur yang merupakan tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan penghinaan terhadap Nahdlatul Ulama ( NU)

Fokus kali ini penyidik melakukan pemeriksaan Chanel YouTube Munjiat miliknya , polisi banyak menanyakan terkait akun Youtube Munjiat Channel. yang mana Akun ini sering menayangkan video Gus Nur yang diduga menghina NU dan membuat marah warga Nahdliyyin.

Read More

“Sejauh mana keterlibatan yang bersangkutan terkait dengan pembuatan video terus peng-upload-an, peng-edit-an. Nanti tentunya akan kita lihat sejauh mana peran yang bersangkutan terhadap tersangka SN,” ucap Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Awi Setiyono di Gedung Bareskrim, Jakarta Selatan, Senin.

Awi menuturkan, nama anak Gus Nur menjadi nama akun Youtube yang mengunggah video berisi pernyataan Gus Nur.

Diketahui, pernyataan Gus Nur diucapkan dalam sebuah video wawancara di akun Youtube milik Refly Harun. Ada pula video yang diunggah di akun Youtube Munjiat Channel.

Dihubungi terpisah oleh awak media, kuasa hukum Gus Nur, Chandra Purna Irawan menuturkan, pemeriksaan Munjiat berlangsung pukul 13.30 WIB hingga sekitar pukul 17.30 WIB. Senin kemarin

Menurut pengacaranya tersebut, akun tersebut dikelola oleh Gus Nur sendiri.

“Anaknya Gus Nur bernama Munjiat. Munjiat menegaskan bahwa itu bukan akun dia, yang mengelola adalah Gus Nur,” ucap Chandra ketika dihubungi.

Diberitakan sebelumnya Gus Nur ditangkap di kediamannya di Pakis, Malang, Jawa Timur, pada Sabtu, 24 Oktober 2020 dini hari.

Sekedar diketahui Sugi Nur / Gus Nur ditangkap karena diduga menyebarkan informasi yang menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan berdasarkan SARA dan penghinaan kepada NU.

Pernyataan Gus Nur tersebut diunggah dalam sebuah akun YouTube pada 16 Oktober 2020. Kemudian, Ketua Pengurus NU Cabang Cirebon Azis Hakim melaporkan Gus Nur ke Bareskrim Polri yang terdaftar dengan nomor laporan LP/B/0596/X/2020/Bareskrim tertanggal 21 Oktober 2020.

Selain itu, Aliansi Santri Jember juga melaporkan Gus Nur ke Polres Jember, Senin, 19 Oktober 2020 dengan dugaan menghina NU dalam sebuah video wawancara dengan Refly Harun di YouTube.

(Tim)

Related posts