Oknum Wartawan Situbondo diduga Melakukan Praktik Pemerasan

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net – Fenomena maraknya wartawan tanpa media yang jelas atau abal-abal atau sering disebut wartawan bodrek di wilayah kabupaten Situbondo Jawa timur ini, memantik reaksi dari ketua umum LSM SITI JENAR yang juga Pemimpin umum Media Online SitiJenarNews.com dan PrimaNews.net serta Penasihat tabloid Mingguan Suksesi Nasional biro Situbondo .

Ketua LSM Siti Jenar Eko Febrianto, menilai indikasi praktik wartawan bodrek yang sudah berorientasi mencari-cari kasus untuk tujuan mengeruk uang dari narasumber, adalah bentuk pemerasan dan harus dilawan.

Read More

“Kalau sudah seperti itu (mengancam dan memeras) harus dilawan praktik-praktik wartawan bodrek itu,” paparnya kepada awak media, Kamis (8/10/2020).

Eko, menyesalkan profesi wartawan disalahgunakan atau disimpangkan oleh oknum-oknum yang mengaku wartawan. Ia menegaskan tugas wartawan itu adalah mencari berita dan menggali informasi untuk disampaikan ke publik dalam wujud berita atau produk jurnalistik.

“Bukan mencari uang bensin. Bukan pula mencari kasus-masus untuk dibuat bargaining dengan tujuan tertentu. Tetapi tugas wartawan adalah mengungkap fakta tanpa embel-embel tertentu apalagi uang,” ujar Eko.

Lebih lanjut, Eko memandang apa yang dilakukan oknum-oknum tertentu yang mengatasnamakan wartawan untuk tujuan mencari uang dengan ancaman bargaining kasus-kasus tertentu, hal itu sudah masuk unsur pemerasan. dan itu bisa dijerat pidana.“Karena itu sudah termasuk unsur pemerasan.

Eko, juga mengimbau, para kades, kasek, pejabat atau siapa pun pihak yang merasa dirugikan oleh wartawan abal-abal yang tidak bertujuan untuk reportase berita, maka bisa dan berhak untuk menolak kedatangan atau permintaan mereka.

“Bisa juga mengecek apakah mereka berasal dari organisasi wartawan yang mendpat legitimasi dari dewan pers. Jika didatangi oknum-oknum mengaku wartawan yang sekiranya gelagatnya mencurigakan, silakan tanyakan identitas lengkapnya untuk menanyakan apakah wartawan itu resmi atau terdaftar atau tidak,” tandasnya.

Pernyataan itu dilontarkan menyusul keresahan di kalangan kades, pejabat dan beberapa pihak di Situbondo terkait maraknya wartawan bodrek dalam beberapa waktu terakhir, karena aksi wartawan bodrek itu juga banyak dikeluhkan para Kades . Rata-rata modusnya mengorek APBdes, penggunaan dana desa, proyek PTSL yang ujung-ujungnya juga minta uang agar tidak ditulis macam-macam.

“Yang banyak mereka mengaku dari wartawan yang namanya seram-seram. Kadang juga ngaku LSM. Dan bahkan nama saya dan nama lembaga saya sendiri juga sering juga di catut kok oleh mereka. Yang terbaru kemarin sore pas saya dapat aduan dari salah satu rekanan terkait salah satu kegiatan yang mana. Dia didatangi orang yang mengaku saya dan lembaga saya datang melakukan investigasi yang ujung ujungnya meminta duit padahal saya kemarin ada di luar kota.

Saya berharap kedepannya hal ini tidak terjadi lagi itu aja. Harapan saya karena profesi wartawan profesi Mulya sebagai unsur dari pilar ke empat Demokrasi kita.. Pungkas Eko. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *