Persiapan PSBB 11-25 Januari 2021 Dandim Banyuwangi Laksanakan Rakor Bersama Gubernur Jatim Terkait Penanganan Covid-19 di Jawa Timur

  • Whatsapp

Banyuwangi, Primanews.net -. Sab’tu (09/01/2021) bertempat di Posko Penanganan Covid 19 jln. A Yani Kel. Tukangkayu Kec. Banyuwangi telah dilaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi dengan Ibu Gubernur Jawa Timur, terkait Penanganan Covid-19 di Jawa Timur secara virtual melalui video conference (vicon)/Zoom Meeting dengan penanggung jawab Ir. H. Mujiono, MM Sekda Banyuwangi

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ir. H. Mujiono, MM Sekda Banyuwangi, Letkol Inf Yuli Eko Purwanto, SIP Dandim 0825 Banyuwangi, AKBP Kusumo Wahyu Bintoro, SH, S.IK Wakapolresta Banyuwangi, Mayor Laut (P) Heri Handoko Palaksa Lanal Banyuwangi, Drs. Sih Wahyudi, MM Asisten Keperintahan, dr. Widji Lestariono Kadinkes, Drs. Dwiyanto. MM PLt. Kadishub Banyuwangi, Kompol Agung Setia Budi Kabag Ops Polresta Banyuwangi dan Ardian Kabid Humas Pol PP Banyuwangi

Read More

Mayjen TNI Suharyanto Pangdam V Brawijaya menyampaikan,”akan melakukan pendisiplinan dalam pelaksanaan menjalankan protokol kesehatan. Prajurit Kodam V Brawijaya akan membawa poster-poster dan akan turun ke kampung-kampung dalam menghimbau masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan,”ucapnya

“Kodam V Brawijaya dan Polda Jatim akan selalu membantu pemerintah dalam pelaksanaan opeprasi yustisi dalam penegakan Protokol kesehatan pada umumnya di Prov. Jatim Covid 19 menyebar karna banyak kemalastauan masyarakat dalam pelaksanaan protokol kesehatan. Pelaksanaan PSBB mulai tanggal 11 s.d 25 Januari 2021 supaya dapat terlaksana dengan baik. Covid 19 tidak mengenal pandang bulu baik TNI/Polri,”ujarnya

Irjen Pol Nico Afinta Kapolda Jatim menyampaikan,” Kegiatan operasi dalam penanganan Covid 19 di setiap harinya di wilayah Provinsi Jatim. Melakukan Tes PCR kepada yang mempunyai gejala. Memperbanyak RS penanganan Covid 19. Memperbanyak Kampung tangguh di wilayah Provinsi Jatim.
Menegakkan semua komunitas dan tokoh-tokoh masyarakat dalam penegakan Protokol kesehatan di setiap wilayah. Pemerintah pusat sudah mengirim Vaksin ke daerah-daerah untuk pelaksanaan Vaksinasi,”ucapnya

“Polda Jatim akan bersinergi dengan Kodam V Brawijaya dalam penanganan Covid 19 guna mendukung pemerintah dalam pelaksanaan penanggulangan Covid 19 dan pelaksanan Vaksinasi dan akan tetap melaksanakan Operasi Yustisi dan kepada yang melaksanakan isolasi mandiri supaya melaksanakan isolasi di tempat yang telah di sediakan.

Perwakilan Lantamal V Surabaya menyampaikan,”Banyak anak bangsa yang mempunyai kompeten banyak menjadi korban Covid’19 Lebih menegakkan lagi Protokol kesehatan dan melaksanakan kegiatan secara terbatas.
Ko Armada wajib mendukung dalam pelaksanaan penanganan Covid 19. TNI AL menyiapakan Kapal dalam mendukung pelasanaan penanganan Covid 19.

dr. Joni Perwakilan Dokter dari RS dr. Soetomo menyampaikan Perkembangan Covid 19 di wilayah Jawa Timur sangat memprihatinkan dan perlu penanganan yang lebih serius lagi. Kasus baru di wilayah Jawa timur terus bertambah. Penegakan Protokol Kesehatan yang berzona merah harus lebih di tingkatkan lagi dalam pelaksanaannya. Di setiap RS Rujukan harus menaikan kapasitasnya dalam pelaksanaan penanganan Covid 19.

“Ir. Joko Widodo Presiden RI mendapatkan Vaksin yang pertama kali guna meyakinkan Rakyat tentang Vaksin tersebut. Adapun guna dari Vaksin adalah memperkuat kekebalan dalam tubuh dan membunuh virus-virus yang masuk dalam tubuh. Pelaksanaan penyuntikan Vaksin dilakukan pada usia 9 tahun s.d 68 tahun. Pelaksanaan Vaksinasi dilakukan bertahan untuk saat ini yang pertama adalah Tenaga Medis , TNI dan Polri. Dalam pelaksanaan Vaksinasi di bagi menjadi 4 meja/tahapan yaitu meja Pendaftaran, meja skrining, meja Vaksin dan meja pencatatan dan observasi. Penemapatan Vaksin harus sesuai suhunya dan di bawa oleh petugas kesehatan. Pemberian Vaksin dilakukan oleh tenaga medis yang mempunyai kulaifikasi bukan hanya dokter dan sampai saat ini dari WHO belum ada Vaksin yang bisa membunuh virus Covid 19,”ucapnya

Hj. Khofifah Indar Parawansa
Gubetnur Jatim menyampaikan,”Bahwa ada rifisik 5 dari WHO dan Dinkes tidak boleh pulang ke Rumah dan kemungkinan masih terkonfirmasi Positif Covid 19. Pelaksanaan Vaksinasi harus dikawal dengan baik dan memohon kepada pemerindah daerah untuk melakukan pengecekan terhadap lemari pendingin penyimpan Vaksin di puskesmas-puskesmas daerahnya. Hari ini adanya Hoax terhadap Vaksinasi yang akan dilaksanakan. Hipo terapi merupan kekayaan dan kearipan lokal dan terkait hajatan dimohon ditahan dahulu. Angka tertinggi di masih berada di prov. Jatim dan angka kematian masih sangat tinggi di wilayah Prov. Jatim,”ucapnya

“Wilayah di Prov. Jatim yang mempunyai peringkat 10 besar bila ingin mendapatkan perhatian Khusus dalam penanganan Covid 19 agar berkoordinasi dengan Dinkes Prov. Jatim. Banyaknya angka yang meninggal di Lingk. Kerja kita dan jangan menganggap remeh tentang Pandemi Covid 19 dan akan melaksanakan Koordinasi Khusus dengan Pangdam V Brawijaya dan Kapolda Jatim terkait pelaksanaan pendisiplinan protokol Kesehatan.Instruksi dari kementian untuk perusahaan di kesampingkan dan efektif dari tanggal 11 s.d 25 Januari 2021 Pelaksanaan Vaksinasi di tanggal 15 Januari 2021 adalah Kab. Kota yang telah di tunjuk saja. untuk Kabupaten yang tidak di tunjuk mohon tunggu arahan dari pemerintah,”tambahnya

 

(Ipul/Emen/Pendim0825)

Related posts