Sebagai Penegak Perda dan Perbup Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Situbondo, dinilai Kurang Adil.

  • Whatsapp

Situbondo, Primanews.net ~ Seperti yang dikatakan Bupati Situbondo H. Dadang Wigiarto SH, Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, Pemkab Situbondo, terus menggodok dan merevisi Peraturan Bupati (Perbup) tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan Covid-19.

Dalam Perbup pada masa New Normal atau adaptasi kebiasaan baru, salah satunya mengatur kewajiban masyarakat memakai masker di luar rumah atau tempat umum.

Read More

Dalam regulasi tersebut, salah satu aturan menyebut, jika ketahuan melanggar disiplin atau protokol kesehatan, dikenakan sanksi administrasi mulai teguran, kerja sosial sampai dikenakan denda.

Warga Situbondo yang tidak mengenakan masker di tempat umum itu, misalnya, akan kena denda uang Rp 100 ribu. Bahkan khusus bagi para pengusaha dendanya bisa mencapai Rp 1 juta.

Bupati Situbondo Dadang Wigiarto mengatakan, sanksi disepakati menerjemahkan Instruksi Presiden No 6 Tahun 2020 yang ditindaklanjuti oleh instruksi Kemendagri.

Disebutkan, sesuai kesepakatan, sanksi bagi warga yang tidak memakai masker di tempat umum dendanya Rp 100 ribu. Namun khusus pelaku usaha didenda Rp1 juta, bahkan sampai kepada pencabutan izin usaha.

“Namun, sebelum Perbup diterapkan, kami akan sosialisasi kepada masyarakat mengenai kewajiban memakai masker saat ke luar rumah dan di tempat umum,” bebernya.

Menurutnya, pada bulan ini akan dituntaskan sosialisasi perbup tentang penerapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan, sehingga diharapkan pada awal September 2020 perbub bisa diterapkan.

“Karena jumlah personel Satpol PP tidak cukup untuk melakukan penegakan perbup, kami akan melibatkan TNI/Polri sebagai pelaksana, agar penegakan sanksi denda berjalan efektif,” pungkasya

Setelah Viral Video Saat Satpol PP bersama Anggota Polres Situbondo melakukan Sidak Di Sebuah Cafe di Situbondo, menurut Ketum (Siti jenar) Asosiasi Pewarta Situbondo Group bersama Beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Menilai Satpol PP dinilai tidak adil pasalnya terlihat Lucu.

” Namanya Cafe atau Warung yang mana menjual Makanan dan minuman itu pasti kebanyakan orang tidak memakai masker karena terlihat lucu masak kita mau makan dan minum tetap pakai masker,” Kata Ketum Siti jenar.

Ia juga menuturkan bahwa adanya pilih kasih atau tidak adil oknum – oknum Satpol PP dalam melakukan Operasi masker di Kabupaten Situbondo.

” Kalau mau menerapkan aturan jangan pilih kasih, swalayan saja tidak ditindak kok cafe – cafe kecil kalian sidak, sedangkan banyak ditempat umum yang dikatakan pembiaran ayo kalau mau buka – bukaan terkadang mudah cari kesalahan daripada pembenaran,” Tukas Ibreh baim.

Sedangkan ketua ketum Siti jenar mengatakan jangan sampai Perbup maupun Perda disalahgunakan oleh Oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab.

” Jangan sampai (Perbup) Peraturan Bupati disalahgunakan oleh Oknum – Oknum Penegak Perda Dan Perbup apalagi tentang Operasi masker, jika harus menegakkan aturan lakukan dengan tidak tebang pilih pengusaha kecil maupun besar sama – sama ditindak tegas,” Ketusnya.

Sedangkan Kepala Bidang Penegakan Peraturan Perundang Undangan Satpol PP Pemkab Situbondo Gunawan Wibisono saat dikonfirmasi melalui Via Telepon mengatakan, bahwa Operasi tersebut tidak semuanya Kewenangan Satpol PP melainkan juga pihak TNI / Polri.

” Maaf mas kalau operasi kemarin, kayaknya itu bukan tanggung jawab kami pasti teman – teman ikut Perintah Pihak Anggota polres , biasanya kalau malam hari seperti itu,” Tandasnya.

Pihaknya juga meminta maaf jika ada miss Komunikasi antara Anggotanya saat melakukan tugas dilapangan.

” Saya minta maaf mas kalau anggota kami ada Miss Komunikasi di lapangan saat melakukan tugas, saya pribadi meminta maaf jika ada kesalahan dari anggota kami segera Kordinasi kan kepada kami disini,” Tandasnya.

( Baim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *