Sertu I Gede Lanus Artha Babinsa Koramil 0825/17 Muncar laksanakan pengamanan Rapid Test

  • Whatsapp

Banyuwangi, Primanews.net – Di tengah pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), banyak pertanyaan tentang apa itu rapid test, swab, dan PCR serta apa perbedaannya. Ketiganya adalah istilah yang berkaitan dengan diagnosis Covid-19. Membekali diri dengan pengetahuan tentang ketiga hal tersebut penting di masa pandemi ini.

Sabtu (05/12/2020) Sertu I Gede Lanus Artha Babinsa Koramil 0825/17 Muncar laksanakan pengamanan Rapid Test PPK, PPS, sekretaris PPS, KPPS dan Petugas Ketertiban atau Linmas yang bertempat di balai desa Wringin Putih Kecamatan Muncar

Read More

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Bapak M nurhadi S. HI Kades Wringin Putih, Sertu I Gede Lanus Arta Babinsa Wringin Putih, Bapak Sutrisno Hadi Ketua PPK kecamatan muncar, Balak Nurhadi spd. I, PKD Wringin Putih, Bapak Ikrom Mudori Spd. I, Ketua PPS Wringin Putih, Supriyanto Spd.Ketua KPPS ds Wringin Putih, Ibu Dwi rulyanti S kep. Dkk 4 orang, Petugas Rafid Test dr RS NU Mangir Banyuwangi, Kasun Sewringin Putih dan Linmas desa Wringin Putih.

Rangkain kegiatan tersebut dilaksanakan seperti pengecekan protkes sesuai SOP Covid 19,

Rapid test juga sering disebut sebagai tes serologis. Dalam hal diagnosis Covid-19, akurasi rapid test bisa mencapai 90 persen. Proses untuk mengetahui hasil tes ini sangat cepat, bisa hanya dalam waktu 30 – 60 menit dan sebaiknya dilakukan di laboratorium oleh petugas yang mempunyai kompetensi . Harga alatnya pun terjangkau. Itu menjadi salah satu kelebihan rapid test sehingga dapat digunakan untuk memeriksa banyak orang sekaligus dalam satu waktu.

Rapid tes untuk deteksi virus SARS co-2 saat ini ada yang bisa mendeteksi antibodi dan ada yang bisa antigennya .Tetapi yang dapat mendeteksi antigen banyak laboratorium belum banyak yang melakukan. Rapid tes yang untuk mendeteksi antibodi tidak dapat mendeteksi pada awal sakit , karena mungkin belum terbentuk antibodi atau kadar antibodinya masih rendah.

Sehingga bila hasil pemeriksaan non reaktif , harus diulang lagi pada hari 7 – 14 hari kemudian untuk memastikan apakah yang bersangkutan benar tidak mengandung virus dalam tubuhnya. Terutama bila yang bersangkutan ada riwayat terpapar virus SARS co-2.

Bapak M nurhadi S. HI Kades menyampaikan,” saya ucapkan terima kasih kepada Sertu I Gede yang telah melaksanakan pengamanan revita sehingga kegiatan berjalan dengan lancar aman dan tertib,”ujarnya

.ipul/emen/pendim 0825

Related posts