Strategi Mendag Tingkatkan Produktivitas Selama New Normal

Jakarta – Menteri Perdagangan Agus Suparmanto buka suara terkait pergerakan ekspor dan impor sejak Indonesia diserang pandemi Corona (COVID-19). Ia mengakui ekspor dan impor RI sempat sedikit turun namun pihaknya telah menyiapkan berbagai strategis tersendiri demi meningkatkan produktivitasnya selama new normal ini.

“Tadi berkaitan tentang ekspor turun, masalah ekspor impor, memang dalam kondisi sekarang ini, ekspor sedikit turun, ada perubahan atau turun, namun demikian program yang kami lakukan ada langkah strategis adalah untuk memberikan kemudahan kepada industri manufaktur, terutama bahan baku dipermudah sehingga ini diperlukan untuk bahan baku ekspor,” tutur Agus saat meninjau penerapan protokol kesehatan sekaligus pembukaan kembali operasional mal di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Selasa (16/6/2020).

Selain itu, pihaknya akan fokus mendorong UMKM masuk kepada perdagangan secara online. Sebab dianggap lebih efektif ketimbang tetap bertahan berjualan secara offline.

“Kemudian juga UMKM, kita lakukan pembinaan. Memang UMKM yang tadinya offline, kita galakkan untuk lakukan kegiatan melalui online dari e-commerce. Kita sudah keluarkan Permen untuk memudahkan bagi mereka dan melindungi konsumen juga, sehingga persaingan di dalam negeri perlu diprioritaskan,” sambungnya.

Pihaknya juga telah menyiapkan program Bangga Buatan Indonesia agar masyarakat bisa lebih memilih membeli produk UMKM dalam negeri ketimbang buatan luar negeri.

“Kemudian juga tadi saya katakan ada beberapa kemudahan ini sedang kami terapkan dengan program Bangga Buatan Indonesia untuk dilibatkan lagi UMKM karena banyak UMKM yang belum masuk ke online dan ini adalah potensi,” tambahnya.

Promosi yang sama juga digalakkan di luar negeri agar produk-produk bermutu dari UMKM Indonesia juga laku di pasar global.

“Ini kita punya atase perdagangan di luar dan ITPC untuk mempromosikan karena di luar sana, di luar negeri, untuk orang Indonesia saja ada sekitar 5 juta yang potensi untuk membeli produk kita sendiri dengan program Bangga Buatan Indonesia,” imbuhnya.

Terakhir, ada kebijakan relaksasi dan pengendalian impor yang tujuannya untuk melindungi produk dalam negeri.

“Kemudian juga program lain ada kebijakan relaksasi dan pengendalian impor supaya tidak ada barang impor yang mengganggu produk dalam negeri, sehingga konsumen lebih prioritaskan produk dalam negeri dengan kualitas yang baik,” pungkasnya. (Sumber Detik)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *