Titik Terang Kasus PT Bogem Bondowoso Mulai Terkuak, Eko Febrianto Harap Kejaksaan Ungkap Semua yang Terlibat.

  • Whatsapp

Bondowoso, Primanews.net – Lsm Siti Jenar kala itu mendatangi Kejaksaan negeri Bondowoso terkait 2 kasus yaitu PT BOGEM dan Kasus Pelaksanaan proyek air bersih di desa Sempol kecamatan Ijen Bondowoso yang sempat menyeret nama salah satu calon kontestan pikada Situbondo untuk dimintai keterangan di kasus tersebut.

Kami datang untuk memastikan kalau apakah ada dan tidak nya keterlibatan yang bersangkutan pada 2 kasus tersebut mengingat yang bersangkutan kala itu menjabat KADIS PUPR dan PLT Sekda Bondowoso kala itu.

Read More

Setelah Membutuhkan Waktu Lama Setelah melalui proses cukup panjang, akhirnya Kejaksaan Negeri Bondowoso melakukan penahanan terhadap tersangka kasus korupsi PT Bondowoso Gemilang (Bogem) RH (43) tahun warga Mangli Jember pada Kamis (02/12).

Diduga Tersangka Rudi merupakan mantan Direktur PT Bogem mulai menjabat pada tahun 2019 dan mengundurkan diri pada November 2020.

Dalam Kasus Yang Ditangani Kejaksaan,Kepala Kejaksaan Negeri Bondowoso Azis Widarto saat dikonfirmasi sejumlah wartawan membenarkan terkait penahanan tersangka korupsi PT Bogem Rudi H yang diduga menelan kerugian negera senilai 400 juta atas pembelanjaan Kopi di perusahaan tersebut.

“Tersangka RH hari ini langsung dilakukan penahanan dan titipkan di Lapas 2B Bondowoso, sampai 20 hari ke depan. Penahanan dilakukan karena dikhawatirkan melarikan diri, menghilang barang bukti dan mengulangi perbuatannya kembali,”Jelasnya kepada wartawan.

Dirinya menjelaskan bahwa tersangka RH dinilai sudah menyalahgunakan wewenangnya sebagai Direktur PT Bogem dengan memperkaya diri. Maka tersangka di jerat dengan undang undang Tipikor pasal 2 dan pasal 3.

“Pasal 2 dan 3 ayat (1) UU Tipikor menyebutkan setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara dipidana dengan pidana penjara minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun dan denda paling sedikit 200 juta rupiah dan paling banyak 1 miliar rupiah,”Paparnya.

Lebih lanjut ia menambahkan, Kasus korupsi PT Bogem untuk sementara hanya ada tersangka. Dirinya belum bisa memastikan kedepannya akan ada tersangka lagi.

“Untuk sementara satu tersangka, namun bisa saja dalam proses penyidikan nantinya akan ada tersangka lain. Nanti kelanjutannya akan kita kabarin,”Jelasnya.

Ketua Umum Lsm Siti Jenar Eko Febrianto Saat di wawancara Media

Sementara Ketua Umum Lsm Siti Jenar Eko Febrianto yang juga pernah mendatangi kejaksaan Negeri Bondowoso dan menemui Kasi Intel Sucipto yang mana beliau juga mantan Penyidik di kasus PT BOGEM ini. Mengatakan kepada awak media saat dijumpai di kediamannya.

Saya mengapresiasi langkah dan kemajuan pada kasus ini. Tapi saya berharap kasus ini tidak berhenti disini. karena sebagaimana kita ketahui kasus ini melibatkan banyak orang dan beberapa orang sudah dipanggil dan diperiksa termasuk diantaranya orang yang saat ini Mencalonkan diri Di ajang Pilkada Situbondo. Seperti tujuan kedatangan kami kemarin kesana hanya untuk memastikan kasus hukum ini berjalan dan mengungkap siapa saja yang terlibat didalam nya. Pungkas Eko.

(Tim)

Related posts