Wujud sinergitas Ketum Lsm Siti Jenar Eko Febrianto kunjungi Kepala Divisi Regional Jawa timur di Surabaya

  • Whatsapp

Surabaya, Primanews.net – Jum’at 18 Desember 2020. Pkl 11: 00 Wib. Bertempat di gedung Divisi Regional Jawa timur Jl. Genteng Kali No.49, Genteng, Surabaya, pusat Kota Surabaya, Jawa Timur Kepala Divisi Regional Jawa timur. Oman Soeherman beserta jajaran pejabat Divisi regional Jawa timur menerima kunjungan Ketua Umum LSM SITI JENAR, Eko Febrianto diruang kerjanya.

Pertemuan yang berlangsung beberapa jam ini membahas perkembangan dan sinergitas lembaga penggiat dan pemerhati dengan perusahaan milik Negara ini. agar tiap langkah dan kebijakan dari perusahaan BUMN ini berjalan dengan sempurna di akar rumput peran LSM / NGO memang dibutuhkan untuk membantu baik dalam rangka melakukan sosialisasi, pendampingan dll.

Read More

“PERAN LEMBAGA SWADAYA MASYARAKAT TERHADAP PROGRAM PENGELOLAAN HUTAN BERBASIS MASYARAKAT DALAM KONTEKS PEMBANGUNAN DI DAERAH ini sangat penting mengingat hari kehari permasalahan ini sering muncul dipermukaan.

Pertemuan ini dihadiri kepala Divisi Regional Perhutani Jawa Timur Oman Soeherman, Waka Divre dan beberapa staf bagian Hukum di lingkungan Divisi Regional Perhutani Jawa timur. Pertemuan dengan ketua umum LSM Siti Jenar, ini selain membahas tentang penanganan kelanjutan kasus Ilegal Logging yang sempat marak di tahun kemarin juga membahas tentang kasus sengketa Tenurial di beberapa titik di areal provinsi Jatim.

Kadivre Jatim Oman Suherman meminta kepada Biro hukum di internal Divisi regional perhutani Jatim mulai hari ini untuk lebih intens melakukan kembali sinergitas bersama APH dalam hal ini Kejaksaan dan Kepolisian seperti yang pernah dilakukan di tahun tahun sebelumnya sebelum masa pandemi sehingga kasus kasus di daerah bisa termonitor baik lewat teman teman Polda Dan Kejati, pintanya Jum’at Siang 18 Desember 2020.

Kami sudah melakukan itu dari tahun kemarin bersama mantan Kapolda Jatim kala itu pak Lucky tapi karena kendala Pandemi hal itu sempat vakum dan saya pastikan untuk hari hari kedepan kami akan bangun kembali sehingga kami bisa melihat proggres perkembangan kasus di daerah. Ucapnya kepada awak media di ruangannya.

Di tempat yang sama Ketum LSM Siti Jenar Eko Febrianto, mengatakan pertemuan kita kali ini hanya membahas beberapa isu dan peran kami di akar rumput misalnya isu utama, yaitu isu Tenurial di Beberapa titik di Jawa Timur, isu konservasi, pendampingan teknis, dan isu advokasi. Yang mana Setiap isu tersebut mempunyai cara penanganan yang beda juga dengan cara pendekatan / penanganan dan metode pendampingan yang beragam.

Nah dilain sisi kita sebagai NGO mitra Perhutani juga mempunyai peran utama untuk membantu masyarakat dapat memperoleh hak akses terhadap sumberdaya hutan yang ada dilingkungan sekitar tempat tinggalnya

Selain itu kita juga harus ikut berperan bersama masyarakat yang lain untuk mengusung kelestarian sumberdaya hutan dan yang mana sebagian kecil masyarakat kita ada juga yang fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat tapi tanpa harus merusak hutan dan menyerobot lahan perhutani.

Walau mungkin Hanya ada sebagian kecil LSM seperti kami yang konsen berperan untuk melakukan tujuan tersebut secara bersamaan. Dalam menjalankan programnya di bidang sosialisasi terhadap kasus Tenurial utamanya, walau tidak bisa dipungkiri LSM dalam hal ini memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibanding dengan bidang pendampingan teknis dan advokasi.

Hal ini disebabkan ukuran keberhasilan terhadap program yang bersifat konservasi dan masalah penyelesaian tenurial secara humanis baru dapat dipetik dalam hitungan jangka panjang. Sementara masyarakat lebih menginginkan adanya program yang bersifat jangka pendek dan dapat segera dinikmati hasilnya.

Yang mana peran lain yang dilakukan oleh LSM kita ini juga adalah dalam bentuk pendampingan teknis yang meliputi pendampingan pada teknis pengelolaan hutan, pendampingan dalam mengembangkan pola kemitraan,dan pendampingan dalam mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat di daerah.

Nah disanalah nantinya Masyarakat merasa mendapatkan manfaat dari pendampingan yang dilakukan oleh LSM meskipun dirasakan belum optimal. Kondisi tersebut kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat bersama dengan LSM untuk terus maju dan memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui adanya pengakuan yang kongrit dari pemerintah dan perhutani untuk memberikan hak akses kepada masyarakat yang memang telah lama tinggal dan hidup di hutan dengan konsep Perhutanan Sosial tersebut.

Selain itu pendampingan teknis yang dilakukan oleh LSM kami ini juga berperan membantu masyarakat dalam peningkatan pengetahuan dan kemampuan dalam pengelolaan hutan.Pungkas Eko. (red)

Related posts